Kajian Islam

Apa Hukum Orang Sengaja Terlambat Tidak Ikuti Khutbah Jumat dan Langsung Salat Jumat?

Apa hukumnya bila datang terlambat saat shalat Jumat dan tidak mengikuti khutbah Jumat?

freepik.com
Ilustrasi - hukum orang tak dengarkan khutbah Jumat dan langsung melaksanakan shalat Jumat 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Apa hukumnya bila datang terlambat saat shalat Jumat dan tidak mengikuti khutbah Jumat?

Berikut penjelasannya seperti dikutip Wartakotalive.com dari nu.or.id, Jumat (4/6/2021)

Sebagaimana maklum diketahui bahwa khutbah Jumat merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pelaksanaan Jumat.

Namun, dalam kenyataannya masih ditemukan jamaah yang sengaja terlambat bahkan tidak ikut mendengarkannya.

Sebagian mungkin masih terlihat nyantai bermain gadget di rumahnya, sebagian masih sibuk dengan kegiatannya dan masih banyak hal lagi yang melatarbelakangi keterlambatan mereka.

Baca juga: Niat Salat Jumat, Lengkap dengan Sunnah-sunnah dan Syarat Sah

Baca juga: Jangan Lupa sebelum Salat Jumat Disunahkan Mandi, Berikut Ini Niat dan Cara Pelaksanaannya

Dalam pandangan fiqih, bagaimana hukum sengaja terlambat atau tidak ikut mendengarkan khutbah?

Anjuran mendengarkan khutbah dirumuskan berdasarkan firman Allah ﷻ: وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan Al Quran (khutbah), maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf, ayat 204).

Menurut mayoritas mufassirin, kata “al-Quran” dalam ayat tersebut ditafsiri dengan khutbah.

Atas dasar ayat tersebut, ulama menyimpulkan kesunahan bagi jamaah untuk mendengarkan dan memperhatikan khutbah secara seksama.

Syekh Zakariyya al-Anshari menegaskan:  قال: ( وينبغي) أي يستحب للقوم السامعين وغيرهم ( أن يقبلوا عليه ) بوجوههم ؛ لأنه الأدب ولما فيه من توجههم القبلة ( و ) أن ( ينصتوا ويستمعوا ) قال تعالى { وإذا قرئ القرآن فاستمعوا له وأنصتوا } ذكر كثير من المفسرين أنه ورد في الخطبة وسميت قرآنا لاشتمالها عليه 

“Dan disunahkan bagi jamaah, baik yang mendengarkan atau selainnya, menghadap khatib dengan wajah mereka, karena hal tersebut merupakan etika dan membuat mereka menghadap qiblat.

Dan sunah bagi mereka untuk memperhatikan dan mendengarkan khutbah.

Allah SWT berfirman, Dan apabila dibacakan Al-Qur'an (khutbah), maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved