Breaking News:

Normalisasi Tak Berjalan Mulus, Banyak Rumah Berdiri di Atas Saluran Air Petugas Jadi Kesulitan

"Kita juga banyak bongkar bangunan yang menghambat normalisasi saluran. Sejauh ini tidak ada penolakan warga,

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Sejumlah petugas SDA tengah melakukan pengurasan saluran air dalam upaya normalisasi saluran menjelang musim penghujan di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. 

WARTAKOTALIVE.COM,KEMAYORAN --- Memasuki musik penghujan, Pemerintah Kota Jakarta Pusat berupaya melakukan normalisasi saluran air di sejumlah permukiman warga guna mengantisipasi genangan maupun banjir.

Hanya saja, dalam proses normalisasi itu tidak semuanya berjalan mulus.

Pasalnya di lapangan banyak temuan rumah rumah warga justru dibangun di atas saluran air, sehingga hal itu tentu menghambat proses normalisasi.

Hal ini disampaikan Kepala Satuan Pelaksana Tugas (Kasatpel) Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Kemayoran, Supriyadi saat melakukan normalisasi di wilayah Kemayoran Jakarta Pusat.

"Kendala kita yaitu rumah warga di sini banyak di atas saluran. Mulai dari dapur, teras, penampungan air, ruang tamu tepat di atas saluran," kata Supriyadi, Kamis (3/6/2021)

Ia mencontohkan, seperti halnya pengejaran normalisasi saluran di pemukiman yang saat ini telah dilakukan di antaranya RW 01, 02, 03, 06, 07. Disana banyak rumah warga yang berdiri diatas saluran air.

Sehingga dengan begitu, pihaknya pun terpaksa harus membongkar bagian rumah tersebut dalam upaya proses normalisasi saluran yang saat ini dilakukan.

Di lain sisi saluran yang tak pernah dikeruk membuat sedimen lumpur cukup tebal.

"Kita juga banyak bongkar bangunan yang menghambat normalisasi saluran. Sejauh ini tidak ada penolakan warga, jika ada penolakan pastinya normalisasi tidak akan berjalan," katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Bakwan Ferizan Ginting mengatakan biasanya normalisasi saluran dilakukan berdasarkan permintaan warga setempat.

"Normalisasi saluran biasanya atas permintaan warga. Pasalnya lokasi ini kerap terjadi genangan jika musim penghujan yang ekstrim," kata Bakwan. 

Baca juga: Tiga Tahun Gowes Sepeda dari Rumah ke Kantor, Karyawan di Pondok Indah Ini Rasakan Banyak Manfaat

Baca juga: Sempat Tersendat Padatnya Jalan Raya Kini Pedagang Starling Bebas Gowes, Tak Dikejar Satpol PP Lagi

Baca juga: Legislator Tepis Isu Peniadaan Keberangkatan Calon Jemaah Haji Akibat Utang Indonesia di Arab Saudi

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved