Breaking News:

Layan Online Distop, Urus Surat Dukcapil Sementara di Kantor Pelayanan di 12 Kecamatan dan Tiga MPP

"Seluruh layanan Administrasi Kependudukan selama aplikasi E-Open tidak dapat diakses, maka dilakukan pelayanan offline," kata Taufik.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Bekasi Taufiq Rachmat Hidayat mengatakan, surat edaran penyetopan layanan E-Open sudah dikeluarkan dan disampaikan ke camat se-Kota Bekasi, Kamis (3/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR -- Layanan dalam jaringan (daring) E-Open untuk pengurusan surat Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kota Bekasi untuk sementara dihentikan sementara waktu.

Hal ini dilakukan guna mengevaluasi pencegahan peretasan data yang beberapa waktu lalu terjadi seperti kebocoran data BPJS Kesehatan.

Lalu kemana dan bagaimana warga bisa mengurus surat dukcapil setelah pelayanan online ditutup sementara waktu?

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufik Rachmat Hidayat mengatakan, surat edaran penyetopan layanan E-Open sudah dikeluarkan dan disampaikan ke camat se-Kota Bekasi.

"Para Camat dan Lurah agar menyampaikan pemberitahuan ini kepada seluruh warga melalui satgas Pamor, Pengurus RW dan Pengurus RT, kata Taufik, Kamis (3/6/2021).

Untuk sementara, layanan kependudukan dapat diakses melalui kantor-kantor pelayanan di 12 kecamatan dan tiga Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bekasi.

"Seluruh layanan Administrasi Kependudukan selama aplikasi E-Open tidak dapat diakses, maka dilakukan pelayanan offline," kata Taufik.

Penghentian sementara layanan daring lanjut dia, sesuai instruksi Kemendagri Dalam Negeri (Kemendagri).

"Karena akan dilakukan evaluasi oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan pencatatan Sipil Kemendagri untuk seluruh layanan Dukcapil se-Indonesia," paparnya.

Evaluasi berkaitan dengan upaya antisipasi peretasan data kependudukan yang ada di layanan Dukcapil daring/online, seperti kebocoran data BPJS Kesehatan.

"Kami sedang melakukan improvement firewall dan akses data, supaya lebih terjaga security-nya, jangan sampai seperti kejadian BPJS terjadi di Kabupaten/Kota," kata Taufik.

Namun demikian, pihaknya menjamin sejak layanan daring Aplikasi E-Open berjalan, data kependudukan di Kota Bekasi tetap aman dari upaya peretas.

"Sempat ada beberapa upaya (peretasan), tapi sampai saat ini masih dapat tertangkis dengan sistem firewall keamanan kita," katanya. 

Baca juga: RT 01 Semper Jakarta Utara Terapkan Lockdown, Imbauan dan Larangan Ini Harus Dijalani Warga

Baca juga: Enam Keluarga di Satu RT Positif Covid, Wali Kota Jakarta Utara: Berarti Zona Merah, Harus Lockdown

Baca juga: Legislator Tepis Isu Peniadaan Keberangkatan Calon Jemaah Haji Akibat Utang Indonesia di Arab Saudi

 
 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved