Breaking News:

Enam Keluarga di Satu RT Positif Covid, Wali Kota Jakarta Utara: Berarti Zona Merah, Harus Lockdown

"Sekarang sedang kita monitor dengan tiga pilar dan satgas RW untuk mulai melakukan mikro lockdown dan memfasilitasi segala keperluan masyarakat

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Petugas tiga pilar tengah melakukan persiapan melakukan lockdown lokal di permukiman warga di RT 01/04, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (3/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM,CILINCING --- Wilayah permukiman warga di RT 01/04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, akhirnya dilockdown.

Langkah tersebut dilakukan mengingat dalam satu RT ditemukan enam keluarga yang dinyatakan positif Covid-19.

Wali Kota Jakut Ali Maulana Hakim mengatakan sejauh ini i wilayah Jakarta Utara yang menerapkan lockdown lokal adalah wilayah RT 01/04, Semper Barat, Cilincing Jakarta Utara.

Sehingga tentunya pihaknya terpaksa harus menerapkan lockdown lokal sebagai upaya pencegahan.

"Wilayah Jakarta Utara selain di RT 01 itu belum ada. Karena lockdown ini kalau dalam satu RT ada 5 rumah terindikasi positif maka itu kami lakukan zona merah kemudian diperkuat dengan mikro lockdown," kata Ali Maulana, Kamis (3/6/2021).

Ali Maulana Hakim memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan aktivitas sekaligus memenuhi kebutuhan warga yang saat ini melakukan mikro lockdown di RT 01/04, Semper Barat, Jakarta Utara.

"Sekarang sedang kita monitor dengan tiga pilar dan satgas RW untuk mulai melakukan mikro lockdown dan memfasilitasi segala keperluan masyarakat, segala keperluan terkait mikro lockdown ini," kata Ali.

Baca juga: Wilayah RT 01/04 Semper Barat Berlakukan Lockdown, Penjagaan Keluar Masuk Warga Diperketat 24 Jam

Sementara itu, Ketua RT 01 Semper Barat, Mulyadi mengatakan ditemukannya kasus di wilayahnya ini bermula ketika  seorang warga berinisial A (38) yang meninggal seusai bekerja di sebuah hotel di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan.

"Jadi (A) pulang kerja, lalu jatuh dikerjaan meninggal, langsung dibawa ke pemakaman di TPU rorotan. Namanya warga pemukiman padat, datang lah Takziah," kata Mulyadi.

Selanjutnya pasca takziah itu, ada intruksi untuk melakukan swab PCR dari pihak puskesmas yang menyasar sebanyak 95 orang, hasilnya 22 orang dinyatakan positif yang saat ini di rujukan kedua rumah sakit yaitu rumah sakit pekerja dan Wisma Atlet.

"Jadi 22 orang ini dari 6 KK. Jadi memang rumahnya itu beda-beda tapi berdekatan dari rumah yang datangi untuk melakukan takziah. Mereka pun juga yang datang ke lokasi saat itu," ujarnya.

Dikatakan Mulyadi, pihaknya juga akan melakukan pemasangan spanduk dibeberapa lokasi penerapan lockdown sebagai bentuk himbauan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Ya kita akan kita pasang spanduk juga nanti. Sekaligus kita juga berkeliling untuk memberikan himbauan kepada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan salah satunya tetap memakai masker," ucapnya. .

 
 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved