Risma Luruskan Bantuan yang Bikin Bupati Alor Marahi Staf Kemensos, Bukan Bantuan PKH tapi Bencana

Viral video Bupati Alor Amon Djobo memarahai staf Kemensos terkait bantuan. Ternyata salah persepsi itu bukan PKH tapi bantuan bantuan bencana

Editor: Wito Karyono
Kolase Wartakotalive.com/Pos Kupang/Oby Lewanmaru/Humas Kemensos RI
Foto Kolase: Bupati Alor NTT Amon Djobo dan Mensos Tri Rismaharini. Risma luruskan soal jenis bantuan yang dimaksud Amon, juga jelaskan mengapa bantuan melalui DPRD Alor bukan Pemkab. 

WARTAKOTALIVE,COM, JAKARTA -- Viral video Bupati Alor Amon Djobo memarahai staf Kemensos terkait bantuan untuk wilayaj Alor.

Sang bupati membenarkan video pria marah-marah itu adalah dirinya.

Ia mengklaim marah karena tengah menyampaikan fakta.

Baca juga: VIRAL! Bupati Alor NTT Amon Djobo Murka, Marahi dan Usir Dua Staf Mensos Tri Rismaharini, Ada Apa?

Baca juga: Marah Besar kepada Risma, Bupati Alor Amon Djobo Minta Staf Kemensos Angkat Kaki dari Wilayahnya

Namun dari penjelasan Menteri Sosial Tri Rismaharini tampaknya ada miskomunikasi terkait kemarahan sang Bupati.

Pertama soal jenis bantuan yang disebut Bupati sebagai bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Risma meluruskan itu bukan PKH melainkan bantuan bencana.

Nah yang namanya bantuan bencana, nyampenya harus cepat.

Baca juga: Jadi Saksi Bisu Medan Pertempuran, Disparbud Usul ke Wali Kota Bekasi Gedong Papak Dijadikan Museum

Saat itu nomor Pemkab Alor tak bisa dihubungi, lalu datang tawaran bantuan dari DPRD Alor, Kemensos langsung mengiyakannya.

Risma mengatakan, bantuan yang diurus oleh DPRD Alor saat itu adalah bantuan bencana banjir bandang dan siklon tropis Seroja di NTT.

"Ta jelaskan ya, jadi sebetulnya itu bantuan bukan PKH, tapi bantuan untuk bencana," kata Risma saat ditemui di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Viaduct, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/6/2021).

Risma mengatakan, pada saat bantuan tersebut dikirimkan, dia sama sekali tidak bisa menghubungi siapa pun, baik staf Kemensos maupun pihak Pemerintah Kabupaten Alor.

Baca juga: VIDEO Harga Mie Pakai Telur di Puncak Bogor Rp 54 Ribu, Foto Notanya Viral di Medsos

"Saya mengirim barang saat itu dari Jakarta jauh, kita kepengin cepat, jadi kita kirim dari Surabaya, karena kalau dari Surabaya angkutan itu gratis. Tapi kita tidak bisa masuk ke pulau itu (Alor). Saya hubungi bagaimana kondisi di sana, karena hampir seluruh NTT kena, saya hubungi kepala dinas, staf saya, enggak ada yang bisa karena memang saat itu jaringan terputus," kata Risma.

Selain jaringan terputus, menurut Risma, kendaraan pengangkut bantuan untuk bencana di NTT juga terhambat di pelabuhan karena kondisi cuaca yang buruk.

"Kita tidak bisa merapatkan bantuan, karena cuacanya buruk, sehingga syahbandar mengatakan tidak bisa melaut, kapal-kapal semua berhenti," kata Risma.

Baca juga: Banyak yang Sembuh Mikro Lockdown di RT 06 Ciracas Distop, Namun Pengawasan Prokes Tetap Dilakukan 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved