Pengelola Usaha Karaoke Wajib Sediakan Layanan Swab Antigen Untuk Pengunjung

pengelola karaoke wajib menyediakan swab antigen kepada pengunjung. Kemudian para pengunjung yang datang juga harus memakai masker

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
warta kota/nur ichsan
Gumilar Ekalaya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta mencatat ada 50 tempat usaha yang telah merevisi dokumen protokol kesehatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan tim gabungan.

Berkaitan dengan hal itu Dinas Parekraf DKI Jakarta akan menguji coba pelaksanaan tempat usaha karaoke di tengah pandemi Covid-19. Saat ini sudah ada 50 tempat usaha yang telah merevisi dokumen protokol kesehatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan tim gabungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Parekraf DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengisyaratkan uji coba akan dilakukan pada bulan Juni 2021 ini. Namun Gumilar tak menjelaskan jadwal pasti pelaksanaan uji coba tempat karaoke tersebut.

Baca juga: Ramaikan HUT DKI Ke-492, PPSU Pluit Sulap Tembok di Penjaringan Jadi Kanvas Penuh Lukisan

Baca juga: Dapat Penghargaan dari Vladimir Putin, Megawati Ingin Indonesia-Rusia Kerja Sama Riset Luar Angkasa

“Rencananya dalam waktu dekat dan kami terus mematangkan (uji cobanya). Kami nggak mau (kasus naik) karena saat ini memang trennya (Covid-19) sedang agak naik-naiknya akibat lebaran kemarin,” kata Gumilar di Balai Kota DKI pada Rabu (2/6/2021).

Gumilar mengatakan, pengelola karaoke wajib menyediakan swab antigen kepada pengunjung. Kemudian para pengunjung yang datang juga harus memakai masker untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Jadi yang jelas harus swab antigen bagi semua pengunjung, terus kapasitas itu 50 persen yang boleh dioperasionalkan. Kemudian satu ruangan itu diupayakan hanya dipakai satu kali dalam sehari, jadi nggak boleh satu ruangan itu ganti-ganti pengunjung,” jelas Gumilar.

Selain itu, kata dia, pengelola hanya diizinkan mengoperasikan ruangan karoke yang berukuran besar dengan jumlah tamu 25 persen dari kapasitas. Tiap pengunjung juga diberikan alat mikrofonnya masing-masing demi menghindari penularan Covid-19 melalui droplet.

“Jumlah tamu dalam satu room (ruangan) hanya diizinkan 25 persen dari kapasitas. Makanya, nanti yang boleh itu hanya room kapasitas besar, kalau satu room ukurannya cuma 2-3 orang otomatis nggak bisa dipakai,” ujarnya.

Baca juga: Luis Edmundo Pelatih Persita U-20, Sebut Pencapaian Alta Ballah dan 4 Pemain Lainnya Jadi Motivasi

Baca juga: Shin Tae-yong Pelatih Timnas Indonesia Coret dan Pulangkan Nurhidayat dari Dubai Karena Indispliner

Hingga kini, Dinas Parekraf DKI Jakarta masih berkoordinasi dengan Dinkes DKI soal penggunaan masker bagi pengunjung yang tengah bernyanyi. Untuk sementara, Dinas Parekraf masih mengusulkan para pengunjung yang sedang bernyanyi memakai penutup wajah (face shield).

“Kalau penggunaan masker ini kami masih coba koordinasi dengan Dinkes, tapi kalau nyanyi sih kayaknya agak ribet (sulit) ya. Jangan sampai kami bikin aturan yang pastinya dilanggar, karena agak susah ya (mengawasi) dan kami nggak mungkin setiap room dijagain dan dilihatin gitu kan,” imbuhnya.

Karenanya, Gumilar mewajibkan para pengelola karaoke untuk membentuk Satgas Covid-19 internal. Nantinya Satgas ini akan membantu mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di setiap ruang karaoke.

“Nanti pihak Satgas internal itu juga yang akan melapor setiap harinya kepada kami, bagaimana penanganan prokesnya di masing-masing usaha,” ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved