Breaking News:

Virus corona

Melbourne Perpanjang Lockdown Covid-19 Seminggu, Warga Harus Tinggal di Rumah

Pihak berwenang di Melbourne mengumumkan lockdown itu, Rabu (2/6), di saat mereka berusaha keras menahan laju kasus positif Covid-19 di kota terbesar

Editor: Bambang Putranto
getty images/heraldsun.com.au
Kota Melbourne Victoria Australia sepi setelah diberlakukan jam malam selama masa pandemi virus corona 

Wartakotalive.com - Lockdown akibat pandemi Covid-19 di Melbourne, Australia, diperpanjag seminggu lalu.

Pihak berwenang di Melbourne mengumumkan lockdown itu, Rabu (2/6), di saat mereka berusaha keras menahan laju kasus positif Covid-19 di kota terbesar kedua di Australia itu.

Lima juta penduduk Melbourne akan keluar dari lockdown tujuh hari tepat sebelum tengah malam pada hari Kamis besok. Tetapi mereka diperintahkan untuk tetap di rumah karena kekhawatiran tentang penyebaran virus.

"Kita harus menjalankan hal ini ke tanah jika tidak orang akan mati," kata penjabat Perdana Menteri negara bagian Victoria James Merlino, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Ia menambahkan bahwa mereka berurusan dengan varian virus yang "lebih cepat dan lebih menular daripada yang pernah kita lihat sebelumnya".

Wabah tersebut diyakini bermula ketika seorang pelancong yang terinfeksi varian Kappa, yang berasal dari India, kembali ke Australia.

Ribuan kontak dekat telah diidentifikasi, dan daftar tempat yang dikunjungi oleh 60 kasus yang dikonfirmasi telah berkembang menjadi sekitar 350.

Merlino mengatakan bahwa perintah tinggal di rumah diperkirakan akan dicabut untuk warga Victoria yang tinggal di luar Melbourne seperti yang direncanakan. Meskipun demikian, sejumlah pembatasan akan tetap ada, termasuk pembatasan pada tamu pernikahan dan pelayat di pemakaman.

Di Melbourne, siswa sekolah menengah atas yang mempersiapkan ujian akhir mereka akan kembali ke ruang kelas sementara beberapa pekerja luar ruangan dapat kembali ke pekerjaan mereka, tambahnya.

Perbatasan internasional Australia tetap tertutup untuk sebagian besar pelancong - dengan pengecualian Selandia Baru - dan pihak berwenang dengan cepat memberlakukan pembatasan ketika kasus Covid-19 terdeteksi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved