Breaking News:

PPKM Mikro

Ini Sejumlah Syarat Jika Usaha Karaoke di Jakarta Akan Buka di Masa Pandemi Covid-19

Wagub DKI Ahmad Riza Patria menyebut, operasional karaoke akan segera diuji coba buka untuk melihat kesiapan dan kelayakannya saat pandemi Covid-19.

Editor: Hertanto Soebijoto
Tangkap Layar akun YouTube Kadin Indonesia
Wagub Ahmad Riza Patria menyebut, operasional karaoke akan segera diuji coba buka untuk melihat kesiapan dan kelayakannya saat pandemi Covid-19 ini. Foto dok: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai program vaksin gotong royong sangat membantu pemerintah daerah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Salah satu usaha yang sangat terpukul akibat adanya pandemi Covid-19 adalah karaoke.

Pengusaha karaoke sangat terpukul dengan adanya pandemi Covid-19, karena sejak pandemi Covid-19 merebak, tempat usaha mereka diminta ditutup sementara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, operasional karaoke akan segera diuji coba buka untuk melihat kesiapan dan kelayakannya saat pandemi Covid-19 ini.

"Segera akan dilakukan uji coba dalam waktu tidak terlalu lama. Dengan pembatasan waktu operasional, mengikuti mekanisme dan SOP yang dibuat," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Riza melanjutkan, pada saat karaoke tersebut dibuka untuk uji coba, per ruangan hanya diperkenankan satu kali digunakan (tidak bergantian), penggunaan mik yang tidak boleh bergantian dan harus dilakukan disinfeksi.

"Jadi satu hari, satu ruangan itu satu kali, sementara begitu. Nanti kita lihat lagi lebih lanjut," ucap Riza.

Baca juga: Berpeluang Jadi Celah Pungli, Pengusaha Karaoke Keberatan Soal Wacana Pengawasan Harian

Baca juga: Tempat Karaoke di Jakarta Segera Dibuka, Pengunjung Diwajibkan Swab Antigen

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi penyelenggara tempat usaha karaoke dalam uji coba tersebut.

Salah satunya, semua pengunjung tempat karaoke tersebut wajib tes swab antigen.

"Yang jelas harus tes usap antigen semua pengunjung, semua sudah harus swab," kata Gumilar di Balai Kota.

Selain itu, Gumilar juga berujar, pengelola tempat usaha karaoke hanya boleh membuka 50 persen dari seluruh ruangan karaoke yang ada dan tidak diperkenankan untuk dipakai berulang kali.

Baca juga: Ratusan Tempat Karaoke Ajukan Izin Operasional saat Pandemi Covid-19

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved