Berita Jakarta

Berpeluang Jadi Celah Pungli, Pengusaha Karaoke Keberatan Soal Wacana Pengawasan Harian

Berpeluang Jadi Celah Pungli, Pengusaha Karaoke Keberatan Soal Wacana Pengawasan Harian. Berikut Alasannya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Desy Selviany
Mikrofon di tempat karaoke dipakaikan masker sebagai tanda para pengusaha karaoke di Jakarta siap aktif lagi dengan menjalankan protokol kesehatan di tempat usahanya. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuka kembali tempat hiburan karaoke ditanggapi para pemilik usaha.

Mereka menyambut baik wacana tersebut.

Hanya saja, sejumlah teknis pengawasan serta ketentuan yang ditetapkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta terhadap tempat usaha karaoke dinilai memberatkan.

Satu di antaranya disampaikan oleh AN, pemilik tempat usaha karaoke di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dirinya mengaku keberatan dengan teknis pengawasan harian yang wacananya akan dilakukan oleh petugas DIsparbud DKI Jakarta.

Kehadiran mereka katanya dapat memperbesar celah pungutan liar (pungli) terhadap pihak pengelola tempat usaha karaoke.

Baca juga: Bukan Hanya Tanpa IMB, Kepala UPPTSP Jaksel Beberkan Sejumlah Pelanggaran Gedung Tinggi di Fatmawati

"Tiap hari dipantau repot juga, yang ada duit melulu (pungli), malah jadi peluang petugas untuk cari-cari kesalahan," ungkapnya ditemui di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (2/6/2021).

Walau begitu, dirinya mengaku mendukung penuh terhadap penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Termasuk mewajibkan para pengunjung untuk membawa hasil tes swab antigen.

Baca juga: Warga Keluhkan Kehadiran Pengunjung Eksklusif di Ragunan, Bebas Masuk Kandang & Kasih Makan Jerapah

Baca juga: Heboh Pengunjung Eksklusif di Kebun Binatang Ragunan, Plt Kadis Pariwisata dan Pengelola TMR Bungkam

Langkah tersebut katanya melengkapi protokol kesehatan yang diterapkan pengelola tempat hiburan.

Sehingga tak hanya mencegah penyebaran covid-19, tetapi juga memastikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang. 

"Kalau soal itu saya dukung, kita juga bisa sediakan fasilitas rapid test antigen mandiri," ungkap AN.

"Jadi pengunjung yang tidak bawa hasil tes swab antigen, kita sediain rapid antigen. Bukan cuma cegah penularan kita juga buat nyaman mereka yang datang," tambahnya.     

Baca juga: Tabrak Aturan, IMB Gedung Lima Lantai Bakal Hotel di Fatmawati Dipastikan Tak Akan Terbit

Baca juga: Proses Perizinan Mandek, Gedung Bakal Hotel di Fatmawati Sudah Menjulang Tinggi 

Evaluasi Protokol Kesehatan di Tempat Usaha Karaoke

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved