Minggu, 3 Mei 2026

Pengunduran Diri Puluhan ASN

Wahidin Halim Sebut 20 ASN Akan Dibebas Tugaskan,Kemungkinan Bisa Dipecat Jika Melanggar Ketentuan

menilai pemunduran diri dari puluhan ASN tersebut bukan berdasarkan aksi solidaritas terkait sejawatnya yang dijadikan tersangka

Tayang:
Editor: Dedy
Warta Kota/Andika Panduwinata
Gubernur Banten Wahidin Hali menilai pemunduran diri dari puluhan ASN tersebut bukan berdasarkan aksi solidaritas terkait sejawatnya yang dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan masker 

WARTAKOTALIVE.COM, BANTEN --- Mundurnya 20 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari sejumlah jabatan di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Banten membuat Gubernur Provinsi Banten, Wahidin Halim buka suara.

Pria yang akrab disapa WH ini menilai pemunduran diri dari puluhan ASN tersebut bukan berdasarkan aksi solidaritas terkait sejawatnya yang dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan masker. 

Pasalnya, ia mengaku sejumlah ASN yang mengundurkan diri itu merupakan pejabat lama di lingkung Dinkes Provinsi Banten. 

"Setelah sekilas, saya pelajari pengunduran diri ini bukan semata-mata karena solidaritas karena temannya ditahan. Mereka-mereka adalah orang-orang lama yang kinerjanya sudah kita tahu tidak mau mengubah mindsetnya dengan upaya Pemerintah Provinsi dalam memerangi korupsi. Meningkatkan pelayanan pada masyarakat dan meningkatkan administrasi pemerintahan yang baik," kata Wahidin Halimdalam keterangan tertulisnya, Banten, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Puluhan ASN Dinkes Pemprov Banten Sodorkan Surat Pengunduran Diri, Ada Rasa Kecewa, Ini Alasannya

WH pun mengaku saat ini dirinnya telah menerima surat pengunduran diri dari puluhan ASN lingkup Dinkes Provinsi Banten. 

Kata WH, para ASN tersebut tak mencerminkan sikap abdi negara di tengah upaya bersama dalam memerangi infeksi covid-19.

Ia pun mengatakan akan membahas sejumlah faktor pengunduran diri dari puluhan ASN pejabat lingkup Dinkes Provinsi Banten tersebut.

"Besok akan kita bahas, mereka akan kita non job-kan atau kemungkinan bisa kita pecat kalau memang memenuhi unsur ketentuan dan kita akan segera mencari penggantinya. Ini satu gerakan yang menurut saya sangat menyinggung perasaan masyarakat," jelas WH. 

"Harusnya kalau seorang pengabdi, konsekuensi apapun yang akan terjadi mereka tetap mengabdi, ini kan seperti tentara yang desersi ketika negara memerlukan pengabdian mereka. Kita sekarang sedang berperang melawan Covid-19, oleh karena itu akan kita bahas segara," pungkasnya lagi.

Baca juga: Djarot Saiful Hidayat Serukan Wujudkan Pancasila Itu Perlu Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Hafalan

Baca juga: Warga ber-KTP Non DKI Jakarta Belum Diperbolehkan Rekreasi ke Ragunan Hingga 30 Juni Ini Alasannya

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved