Krisis Chip Semikonduktor

Krisis Chip Semikonduktor tak Pengaruhi Penjualan dan Produksi Mobil Mitsubishi di Indonesia

President Director MMKSI Naoya Nakamura, menyatakan krisis chip semikonduktor tak berpengaruh negatif pada produksi dan penjualan mobil Mitsubishi.

Editor: Valentino Verry
Kompas.com/Stanly Ravel
Manajemen PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), produsen mobil Mitsubishi di Indonesia, menyatakan krisis chip semikonduktor tak mempengaruhi aktivitas penjualan dan produksi, seperti pada mobil Mitsubishi Xpander Cross. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengungkap kondisi penjualan terkait kelangkaan spare-part chip semikonduktor yang terjadi secara global dan hubungannya dengan operasional Mitsubishi Motors di Indonesia, tak berpengaruh negatif bagi mereka.

President Director MMKSI Naoya Nakamura, menyebut bahwa aktifitas penjualan Mitsubishi Motors di Indonesia tetap berjalan normal.

"Kami ingin mengonfirmasi berita yang beredar saat ini terkait kelangkaan komponen semikonduktor, memiliki dampak yang terbatas terhadap pasar Indonesia,” ucapnya, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Chip Semikonduktor Langka, TMMIN Butuh Waktu Tingkatkan Produksi

“MMC secara global telah melakukan beragam upaya serta persiapan untuk mengamankan produksi dan pasokan unit di Indonesia,” lanjutnya.

“Sehingga kami pastikan bahwa aktivitas penjualan MMKSI tetap berjalan seperti biasa," imbuh Nakamura.

Walau industri otomotif dunia diterpa isu kelangkaan chip semikonduktor, MMKSI melihat antusiasme masyarakat dan permintaan konsumen akan model Xpander dan Xpander Cross sangat positif dengan adanya kebijakan relaksasi PPnBM yang diinisiasi pemerintah.

Saat ini, penjualan dan produksi Xpander meningkat dua kali lipat dari sekitar 2.500 unit pada Januari dan Februari 2021, menjadi sekitar 5.000 unit pada periode Maret dan April 2021.

Baca juga: Berpotensi Mengganggu, Daihatsu Terus Monitor Produksi Terkait Isu Kelangkaan Chip Semikonduktor

Tak hanya itu model penyegaran untuk model medium SUV unggulan, New Pajero Sport juga mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat Indonesia. 

“Berkat penerapan program insentif PPnBM oleh Pemerintah Indonesia, permintaan terhadap Xpander dan Xpander Cross diluar perkiraan dan mengakibatkan penundaan terhadap proses pengiriman kepada konsumen," jelas Nakamura.

Atas penundaan tersebut, manajemen MMKSI meminta maaf kepada konsumen dan akan segara mengakselerasi ketersediaan serta permintaan.

"Untuk itu saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen yang masih menunggu unitnya dikirim karena permintaan yang sangat tinggi ini. Kami melakukan usaha terbaik untuk mengakselerasi dan menyesuaikan permintaan dan ketersediaan, serta memastikan konsumen segera mendapatkan unit yang sudah dipesan," ungkap Nakamura.

Baca juga: Produksi Mobil Honda di Indonesia Tak Terpengaruh Isu Kelangkaan Chip Semikonduktor

Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut sedikit banyak industri otomotif Indonesia ikut terpengaruh oleh kelangkaan chip semikonduktor yang terjadi di dunia.

Akan tetapi, karena jumlah produksi mobil di Tanah Air yang tidak sebanyak industri otomotif di Eropa, masalah ini masih dapat dikendalikan.

"Iya, pasti terpengaruh. Namun karena jumlah dan kompleksitas produknya tidak seperti di negara barat, mudah-mudahan masih bisa dikelola," tutur Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved