Breaking News:

Berita Internasional

KENAPA ARAB Saudi Batasi Pengeras Suara Azan di 98.800 Masjid, Ini Penjelasan Menteri Urusan Islam

Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abullatif bin Abdulaziz Al Sheikh mengeluarkan kebijakan kontroversial yakni membatasi pengeras suara masjid.

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
AFP/thestraitstime
Menteri Urusan Islam Saudi, Sheikh Dr Abullatif bin Abdulaziz Al Sheikh, mengeluarkan kebijakan kontroversial yakni membatasi pengeras suara masjid hanya sepertiga dari volume maksimal loudspeaker. 

Menteri Urusan Islam Arab Saudi Sheikh Dr Abullatif bin Abdulaziz Al Sheikh Senin (31/5) kembeli membela perintah kontroversial yang membatasi volume pengeras suara masjid tersebut.

Menurut Sheikh, kebijakan itu dipicu oleh adanya keluhan tentang kebisingan yang berlebihan.

Dalam kebijakan utama  di negara yang menjadi rumah bagi situs-situs Muslim paling suci, Kementerian Urusan Islam Arab Saudi mengatakan pengeras suara harus diatur tidak lebih dari sepertiga volume maksimum.

Perintah tersebut, yang juga membatasi penggunaan pengeras suara terutama untuk mengumandangkan adzan daripada menyiarkan khotbah lengkap, memicu reaksi konservatif di media sosial.

Baca juga: Arab Saudi Batasi Kuota Haji Tahun Ini Untuk 60 Ribu Jemaah Dari Seluruh Dunia

Beberapa saluran televisi juga menyiarkan doa-doa dan pembacaan Alquran, kata Sheikh, yang menunjukkan bahwa pengeras suara hanya untuk tujuan yang terbatas.

Di negara yang memiliki puluhan ribu masjid, banyak yang menyambut baik langkah untuk mengurangi tingkat desibel.

Tetapi keputusan itu juga menimbulkan kebencian di media sosial, dengan tagar yang menyerukan pelarangan musik keras di restoran dan kafe mendapatkan daya tarik.

Sheikh mengatakan kritik terhadap kebijakan itu disebarkan oleh "musuh kerajaan" yang "ingin menggugah opini publik".

Kebijakan tersebut mengikuti gerakan liberalisasi besar-besaran penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang telah mendorong era keterbukaan baru secara paralel dengan apa yang oleh pengamat disebut sebagai de-penekanan pada agama.

Pangeran muda itu telah meredakan pembatasan sosial di kerajaan ultra-konservatif, mencabut larangan bioskop dan pengemudi wanita selama puluhan tahun sambil mengizinkan konser musik campuran gender dan ekstravaganza olahraga.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved