Breaking News:

Berita Jakarta

PKL Pasar Minggu Kembali Turun ke Jalan, Pengamat : Camat dan Lurah Harus Dievaluasi

PKL Pasar Minggu Kembali Turun ke Jalan, Pengamat : Camat dan Lurah Harus Dievaluasi. Berikut Alasannya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Suasana kawasan sisi barat gedung Pasar Minggu, Jalan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (31/5/2021) dini hari. Jalan tersebut dipenuhi lapak PKL. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Berulang kali ditertibkan, ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali memenuhi ruas jalan di sekitar gedung pasar milik Perumda Pasar Jaya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan sejak semalam hingga pagi hari ini, Senin (31/5/2021). 

Sepanjang Jalan Ragunan, tepatnya mulai dari lampu merah sampai ke depan Kelurahan Pasar Minggu, para PKL terlihat menggelar lapak dan berjualan dengan leluasa.

Padahal, PKL tersebut sudah ditertibkan Satpol PP Jakarta Selatan sekira sepuluh hari yang lalu. 

Ketika itu, penertiban yang dipimpin Plt Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji berhasil menggebah ratusan lapak PKL.

Penertiban pun terbilang cukup berhasil. 

Baca juga: Heboh Pengunjung Eksklusif di Kebun Binatang Ragunan, Plt Kadis Pariwisata dan Pengelola TMR Bungkam

Pemandangan semrawut dan kemacetan hilang seketika.

Kawasan Pasar Minggu beberapa hari kemudian terlihat bebas PKL. 

Baca juga: Warga Keluhkan Kehadiran Pengunjung Eksklusif di Ragunan, Bebas Masuk Kandang & Kasih Makan Jerapah

Namun, seiring dengan kendornya pengawasan di lokasi, ratusan PKL kembali turun ke jalan. 

Mereka kembali menggelar lapak dagangannya di sepanjang jalan, sehingga menimbulkan kemacetan dan pemandangan tak indah.

Baca juga: Gedung Sudah Menjulang Tinggi, Kepala UPPTSP Jaksel Ungkap Bakal Hotel di Fatmawati Tak Miliki IMB

Terkait hal tersebut, Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta harus mengevaluasi jajarannya. 

Mulai dari Satpol PP hingga camat dan lurah setempat. 

Baca juga: Proses Perizinan Mandek, Gedung Bakal Hotel di Fatmawati Sudah Menjulang Tinggi 

"Semua harus dibahas bersama ada pertemuan diskusi antara pengelola, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Satpol PP, dan lainnya termasuk Dinas Perhubungan," tutur Yayat dihubungi pada Senin (31/5/2021). 

Baca juga: Berdiri Menjulang, Gedung Tanpa IMB di Fatmawati Rupanya Bakal Jadi Hotel Bintang 3

Apabila evaluasi tidak dilakukan, dirinya meyakini pedagang akan semakin banyak. 

"Apalagi saat pandemi Covid-19 bisa jadi makin banyak pedagang karena banyak orang yang kerja tidak punya kerja," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved