Breaking News:

Pasangan Suami Istri Penyekap Gadis di Bawah Umur di Ciputat Berbagi Peran Berbeda  

Pasangan suami istri yang menyekap gadis di bawah umur di Ciputat ternyata berbagi peran berbeda dalam kasus tersebut.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Max Agung Pribadi
Warta kota
Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin di bilangan Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangsel, Sabtu (22/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Iman Imanuddin mengatakan pihaknya telah menangkap tersangka penyekapan gadis di bawah umur berinisial A (16).

Menurutnya dua tersangka masing-masing berinisila FM dan BS tersebut merupakan pasangan suami istri (pasutri).

"Baru diamankan tadi sore, masih kita periksa. Dua (suami istri-red) itu," katanya saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Polisi Tangkap Pasutri di Ciputat Penyekap Gadis di Bawah Umur yang Disekap di Dalam Lemari

Iman menuturkan dari pemeriksaan sementara kepada kedua tersangka, pihaknya mendapati sejumlah keterangan Tindakan Pidana Penjualan Orang (TPPO). 

Kata ia, masing-masing tersangka memiliki perang masing-masing dalam tindak pidana tersebut. 

"Suaminya bagian nyari pembeli, nyari pengguna. Istrinya yang menyiapkannya. Kalau saya dapat laporan itu berkaitan dengan penjualan si anak itu, eksploitasi seks lah, dijual dirinya," jelasnya. 

Baca juga: Gadis ABG di Ciputat Disekap di Lemari, Wajahnya Lebam Akibat Dianiaya, Pelakunya Ternyata Pasutri

Selain itu, pihaknya mengatakan tersangka telah melakukan tindak pidana tersebut lebih dari satu kali. 

"Sudah beberapa kali, dua, tiga kali dijual sama itu," jelasnya. 

Diwartakan sebelumnya, seorang gadis berinisial A (16) menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di kawasan indekos Gang Bhineka Jl. IR H Juanda, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Kabar penyekapan tersebut dibenarkan oleh paman korban berinsial S (54) di kediamannya berlamat Gang Taqwa, Jombang, Ciputat, Kota Tangsel. 

Baca juga: Jadikan Korban Sebagai PSK Pasutri Sekap dan Aniaya ABG Dijerat Pasal Tindak Pidana Penjualan Orang

Menurutnya kabar disekapnya korban diketahui pihak keluarga, saat gadis tersebut mengabarkannya kepada kakak kandungnya. 

"Dia mengasih kabar kepada sih Elsa ponakan saya. Kemudian dicari tuh alamatnya. Enggak tahunya alamatnya ada di belakang BCA Ciputat. Ditelusuri ketemu ada sih A di sana berada di dalam kos-kosan," katanya saat ditemui di lokasi, Ciputat, Senin (31/5/2021).

S menuturkan mendapati kabar tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi tersebut dan menemui pelaku penyekapan dan penganiayaan. 

Baca juga: Gagal Deteksi Dini Kasus Penganiayaan Anak, Pemkot Tangsel Sebut Pandemi Covid-19 Alasannya

Saat itu pula terjadi cekcok keluarga dengan pelaku, hingga didapatinya kondisi korban yang berada di dalam lemari kamar kosan tersebut. 

"Mulanya sempat bilang tidak ada A. Sempat diumpetin didalam lemari.  Itu kejadiannya malam sekitar jam 10 atau 11 (Sabtu, 29 Mei 2021-red). Wajah A lebam. Sempat disambit pakai batu juga, untungnya tidak kena. bibirnya berdarah. Namun takutnya hidungnya patah, tapi saya belum tahu hasil visumnya," katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved