Breaking News:

Berita Nasional

Kualitas Pendidikan Bangsa Menurun Sejak Pandemi, Ahmad Muzani Sebut Peta Jalan Pendidikan Solusinya

Kualitas Pendidikan Bangsa Menurun Sejak Pandemi, Ahmad Muzani Ungkap Peta Jalan Pendidikan Solusinya. Berikut Alasannya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani ketika bersilaturahmi ke Institute Pesantren KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur pada Minggu (30/05/21). 

“Saat ini sudah berjalan tahun kedua covid-19. Hal itu mengkhawatirkan bagi masa depan bangsa Indonesia," tambahnya. 

Baca juga: Gedung Sudah Menjulang Tinggi, Kepala UPPTSP Jaksel Ungkap Bakal Hotel di Fatmawati Tak Miliki IMB

Ahmad Muzani pun menambahkan, Partai Gerindra senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi berbagai persoalan yang disebabkan oleh covid-19. 

Seperti rencana pembelajaran tatap muka langsung di sekolah.

“Partai Gerindra menyambut gembira rencana pemerintah dalam menyelenggarakan sekolah tatap muka, namun kami tetap meminta dan mewanti-wanti (mengingatkan) agar protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat," jelasnya

Baca juga: Proses Perizinan Mandek, Gedung Bakal Hotel di Fatmawati Sudah Menjulang Tinggi 

Lebih lanjut, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia itu turut memaparkan kolaborasi yang tengah dilakukan Partai Gerindra bersama pemerintah. 

Salah satunya adalah perumusan peta jalan pendidikan yang diharapkan agar pendidikan bela negara dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah.

“Zaman sekarang ini banyak anak-anak kita yang tidak hafal Pancasila, Pembukaan UUD 1945, itu adalah sesuatu yang memperihatinkan. Karena itu, kami ingin dalam peta jalan pendidikan yang saat ini sedang dirumuskan, pendidikan bela negara menjadi hal yang diprioritaskan," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA. 

Dirinya menyambut baik pernyataan Ahmad Muzani mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah. 

"Namun pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Tujuannya agar sekolah tidak memicu klaster penyebaran covid-19," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved