Karyawan Giant

Karyawan Giant yang Terkena PHK Bisa Melamar Kerja Lagi di Unit Bisnis Hero lainnya

Manajemen Hero menerima pegawai Giant yang terkena PHK untuk kembali bekerja, dengan persyaratan yang ditetapkan.

Editor: Valentino Verry
Kompas.com
Giant Indonesia tutup. Manajemen Hero membuka kesempatan kepada pegawai Giant yang terkena PHK. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajemen PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menyatakan, perusahaan membuka lamaran untuk karyawan Giant yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat penutupan seluruh gerai per Juli 2021. 

Head of Corporate and Consumer Affairs Hero Supermarket Diky Risbianto mengatakan, karyawan bisa melamar kerja lagi di unit bisnis perusahaan lainnya. 

"Anggota karyawan yang terdampak dapat melamar pekerjaan di lini bisnis kami yang lain," ujarnya, Senin (31/5/2021). 

Baca juga: Hak Pegawai Giant Dijanjikan Sesuai UU Cipta Kerja, Pesangon hingga 25 Kali Gaji? 

Baca juga: Resmi Ditutup Juli 2021, Giant Cuci Gudang, Tawarkan Diskon Besar-besaran

Kendati demikian, perusahaan belum dapat memastikan nasib karyawan di gerai Giant yang akan diubah menjadi lini bisnis lain, bisa kembali bekerja lagi setelah dampak pandemi usai atau tidak di tempat itu jika belum melamar ke unit lain. 

"Kami belum dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait hal ini karena masih dalam proses perundingan untuk mengubah sejumlah gerai Giant ke lini bisnis lain serta peralihan kepemilikan ke pihak ketiga," kata Diky. 

Di sisi lain, perusahaan juga berharap dapat menyediakan peluang baru seiring dengan pengembangan bisnis lainnya yang memiliki potensi pertumbuhan positif yaitu Guardian, IKEA, dan Hero Supermarket. 

"Sebelumnya, PT Hero Supermarket Tbk sudah mempertimbangkan berbagai alternatif yang ada," ujarnya.

"Akhirnya, setelah tinjauan strategis yang menyeluruh terhadap seluruh lini bisnis kami, kami memutuskan untuk memfokuskan investasi mengembangkan IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan Giant," lanjutnya.

Baca juga: Menaker Minta Manajemen Giant Buka Ruang Dialog dengan Pekerja

Baca juga: VIDEO Suasana Giant Supermarket di Tangerang yang Nampak Sepi, Akan Segera Tutup Permanen

Diky pun menceritakan atau curhat terkait senja kala bisnis hypermarket yang terjadi di Indonesia dan negara lain. 

Menurutnya, tanda-tanda senja kala tersebut terjadi pada satu dekade terakhir. 

"Perusahaan ritel internasional skala besar yakni Tesco dan Walmart juga telah menarik diri dari format hypermarket seperti Giant. Begitu pula di Indonesia yang sayangnya semakin diperparah dengan adanya pandemi," ujarnya. 

Diky menjelaskan, mau tidak mau perusahaan mencari berbagai strategi untuk menghadapi fenomena itu, diantaranya dengan menutup seluruh gerai Giant per Juli 2021. 

"Oleh karena itu, perusahaan mengambil langkah tegas untuk beradaptasi dengan perubahan dinamika pasar dan pola perilaku konsumen," katanya. 

Selain itu, dia menambahkan, manajemen juga melihat adanya peralihan konsumen di Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir. 

Baca juga: Suasana Haru Para Karyawan Giant Graha Raya Tangerang Jelang Tempat Kerja Mereka Ditutup Permanen

Baca juga: Gerai Giant Indonesia Akan Tutup, 3.000 Karyawan Kena PHK, Dipersilahkan Melamar ke Hero Grup

"Peralihan konsumen ke layanan furnitur rumah tangga, kecantikan dan kesehatan, serta pasar premium untuk kebutuhan sehari-hari yaitu Hero Supermarket. Oleh karena itu, kami optimis memfokuskan investasi perusahaan untuk mengembangkan lini bisnis dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi tersebut," pungkas Diky. (Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved