Rawan Longsor

BPBD Kabupaten Bekasi Minta Warga Waspada karena Delapan Kecamatan Rawan Longsor

BPBD Kabupaten Bekasi minta masyarakat waspada, sebab terdapat delapan kecamatan yang berkategori rawan bencana tanah longsor.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Ilustrasi longsor. BPBD Kabupaten Bekasi minta masyarakar waspada karena ada delapan dari 23 kecamatan yang rawan longsor di saat musim hujan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, menyatakan terdapat delapan dari 23 kecamatan di wilayahnya yang berkategori rawan bencana tanah longsor.

Data itu didapatkan dari hasil pemetaan BPBD guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material cukup besar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muhammad Said mengatakan, berdasarkan pengkajian terhadap bencana tanah longsor pada analisa tahun 2016, diperoleh delapan kecamatan dengan luas bahaya di Kabupaten Bekasi yang memiliki kerawanan longsor.

Baca juga: Dinas PUPR Kota Depok Tunggu Persetujuan Kementerian Ini untuk Perbaiki Longsor di Kali Pesanggrahan

Kecamatan-kecamatan tersebut yakni, kecamatan Bojong Mangu seluas 205 Hektare, Cibarusah 11 hektare, Cikarang Barat 10 hektare, Cikarang Pusat 15 hektare, Cikarang Selatan 15 hektare, Cikarang Utara 5 hektare, Serang Baru 11 hektare, Setu 32 hektare. Dengan demikian, total potensi luas bahaya tanah longsor sebanyak 304 hektare.

Sementara, kata dia, pengalaman bencana alam di Kabupaten Bekasi untuk tahun 2020, bencana tanah longsor diakibatkan cuaca ekstrem, banjir dan berakibat longsor di beberapa kecamatan.

“Bencana tahun 2020 merupakan bencana yang di akibatkan oleh hujan. Genangan air, mengakibatkan tanah rentan longsor,” kata Said

Data dari Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Bekasi, longsor yang diakibatkan hujan tinggi terjadi pada 1 Januari 2020, di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, berdampak pada 51 kepala keluarga.

Baca juga: Pemetaan BPPD Kabupaten Bekasi Terdapat 8 Kecamatan Rawan Tanah Longsor

Kemudian, lanjut dia, pada 2 Januari 2020, longsor terjadi di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya dan berdampak pada 1.115 keluarga.

Di waktu yang sama, longsor juga terjadi di Desa Karang Setu Kecamatan Karang Bahagia yang berdampak pada 9 KK.

Sementara, di tahun 2019, longsor terjadi pada 15 Maret 2019 di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukakarya.

“Analisa penanganan longsor saat ini sudah dilakukan. Dan untuk memaksimalkannya, sangat berkaitan erat dengan dukungan dan kerjasama dengan masyarakat setempat,” katanya.

Dia menambahkan, dalam upaya dalam mengantisipasi longsoran akibat hujan, BPBD Kabupaten Bekasi sudah mecatat tiga poin penting.

Dikatakan Said, pertama pihaknya mengedukasi dan menyerukan pada masyarakat agar menenam pohon di pinggir kali dan tanggul sehingga menguatkan tanggul dan tidak mengakibatkan lonsgor.

Baca juga: VIDEO Hujan Deras Akibatkan Tanah Longsor di Tanah Sareal Kota Bogor, Tidak Ada Korban Jiwa

Kemudian, kata dia, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di kali. Hal itu agar tidak terjadi penyumbatan yang berdampak pada longsor.

Lalu, pihaknya juga sudah kerjasama dengan pihak teknis agar membuat tanggul dan memperbaiki tiap titik yang rawan longsor.

“Kita juga sudah kerjasama dengan sejumlah komunitas untuk membersihkan kali di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Untuk tahun 2021, lanjut dia, program pencegahan dilakukan dengan antisipasi longsoran. Karena selain longsor, ancaman banjir juga masih menjadi kajian.

"Tentu kerjasama antara pemerintah, serta elemen masyarakat sangatlah penting," paparnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved