Breaking News:

Pendendalian Covid19

Ariza Bingung Penilaian Kementerian Kesehatan yang Buruk soal Pengendalian Covid-19 di DKI Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku heran atas penilaian Kementerian Kesehatan pada penanganan virus Covid-19.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku heran atas penilaian Kementerian Kesehatan kepada pihaknya terkait pengendalian virus corona di ibu kota, yang dianggap sangat buruk. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku heran atas penilaian Kementerian Kesehatan soal penanganan pandemi virus corona di ibu kota.

Menurut pria yang akrab disapa Ariza ini, pihaknya telah bekerja keras dan hasilnya pun bisa dilihat berdasarkan data.

“Justru Pemprov DKI Jakarta menurut hemat kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya, Senin (31/5/2021).

Menurut Ariza, kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI terkait penanganan dan pengendalian Covid-19 selalu melibatkan berbagai pihak.

Diantaranya pemerintah pusat, lembaga vertikal, Forkopimda, Polri-TNI, pelaku usaha, organisasi kesehatan dan organisasi profesi hingga masyarakat.
“Saya sudah sering menjabarkan apa yang sudah kami kerjakan dari sarana dan prasarana terhadap kesehatan,” imbuhnya.

Baca juga: Dinas Pendidikan Kota Bekasi Tunda Penambahan PTM karena Virus Corona Naik setelah Libur Lebaran

Ariza mencontohkan, ketersediaan rumah sakit dan fasilitas isolasi terkendali di Jakarta paling banyak dibanding daerah lain.

Tercatat ada 106 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 12 fasilitas isolasi terkendali yang disediakan.

Belum lagi, RS rujukan yang awalnya hanya ada 98 lokasi, dan fasilitas isolasi terkendali hanya ada delapan lokasi, kini terus bertambah.

“Untuk tenaga kesehatan dan penunjang lainnya yang mendukung semuanya mencapai 144.700 orang. Kemudian tempat tidur isolasi yang kami siapkan 6.657 unit dan terpakai 2.149 unit atau 32 persen, dan tempat tidur ICU dari 1.014, terpakai 345 atau 34 persen,” jelas Ariza.

Bahkan, kata Ariza, jumlah laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 juga mencapai 107 lokasi.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved