Breaking News:

Berita Jakarta

Penjelasan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo soal Barang Bukti Tilang Pesepeda

Pesepeda yang keluar dari jalur khusus sepeda atau masih menggunakan jalur umum akan dikenakan sanksi tilang.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Pesepeda yang keluar dari jalur khusus sepeda atau masih menggunakan jalur umum akan dikenakan sanksi tilang.

Rencana penindakan tilang bagi pesepeda itu dikemukakan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya.

Penindakan tilang itu akan diberikan setelah jalur khusus road bike atau jalur sepeda selesai dibangun dan siap dioperasikan.

Pengendara kendaraan bermotor, bukti penindakan tilang yang disita polisi berupa STNK, SIM atau kendaraan.

Lalu barang bukti penindakan apakah yang akan disita polisi saat menilang pesepeda?

Pasalnya, pesepeda tidak memiliki STNK untuk sepedanya dan tak wajib memiliki SIM.

Baca juga: Ditlantas Polda Metro Jaya Bakal Tilang Pesepeda yang Keluar Jalur Khusus Sepeda Sebesar Rp 100.000

Baca juga: Hati-hati, Pesepeda yang Keluar dari Jalur Khusus Sepeda Akan Ditindak Polda Metro Jaya

Meskipun jalur sepeda telah dibentuk, kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberikan pengamanan bagi jalur sepeda, langkah ini pun juga disambut positif oleh para pengguna sepeda.
Jalur sepeda di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. Pengendara sepeda harus menggunakan jalur sepeda yang sudah disediakan. Jika pesepeda melanggar, maka akan dikenakan sanksi tilang. Namun, barang bukti untuk tilang pesepeda masih dibicarakan para penegak hukum. (Warta Kota/Joko Suprianto)

Menanggapi hal itu Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, barang bukti tilang bagi pesepeda masih menjadi kajian para penegak hukum.

"Masih akan dirapatkan dengan kejaksaan dan pengadilan terkait barang bukti penindakannya, saat menerapkan tilang bagi pesepeda," kata Sambodo kepada wartakotalive.com, Minggu (30/5/2021).

Menurutnya, apakah barang bukti penindakan yang disita itu KTP si pesepeda yang melanggar atau sepeda yang dikendarai pelanggar, masih menjadi pertimbangan dan pembicaraan.

"Jadi ini masih dirapatkan oleh kami," kata Sambodo.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved