Breaking News:

Penyekatan Pemudik

Neta S Pane Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Badan Intelkam Polri pada Program Penyekatan Pemudik

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi kinerja Badan Intelkam Polri yang gagal menyekat pemudik.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk mengevaluasi kinerja Badan Intelkam Polri yang gagal membuat konsep penyekatan bagi pemudik saat Lebaran. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perlu mengevaluasi kinerja Badan Intelkam Polri

"Sebab Intelkam tidak punya konsep yang jelas dalam program penyekatan pemudik Lebaran 2021. Bahkan tidak memberikan 'puding' antisipasi dan deteksi dini," kata Neta kepada Warta Kota, Minggu (30/5/2021).

Sehingga katanya, jajaran kepolisian di daerah kebingungan menyikapi serbuan pemudik motor di perbatasan Jakarta Jabar.

"Demikian evaluasi IPW terhadap kinerja Polri di Musim Mudik dan Balik Lebaran 2021. Dari pantauan IPW, dalam melakukan penyekatan pemudik 2021, jajaran kepolisian tidak punya konsep yang jelas. Hanya melakukan improvisasi 'tiba masalah tiba akal'. Tidak ada info antisipasi dan deteksi dini," papar Neta.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Ini Puncak Kepadatan Arus Balik di Terminal Kalideres

Akibatnya kata Neta, terjadi berkali-kali insiden penerobosan pemudik motor di Kedungwaringin,  perbatasan Bekasi-Karawang. 

"Polda Metro Jaya pun sempat terlihat kebingungan menghadapi situasi ini, sehingga menambah personel dan pos penyekatan larangan mudik lebaran," kata Neta.

Hal itu menurut Neta, menyusul adanya ribuan pengendara sepeda motor yang menjebol pos penyekatan di perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, pada 9 Mei 2021 malam. 

"Bahkan, Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk membantu dan memperkuat kekuatan di perbatasan serta menambah pos-pos penyekatan," kata Neta.

Penyekatan dalam Operasi Ketupat 2021 pada dasarnya bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga diharapkan masyarakat dapat mengerti dan memahaminya. 

"Namun, faktanya di perbatasan Jakarta Jabar itu, tepatnya di Kedungwaringin Bekasi, penyekatan itu bobol berkali kali," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved