Breaking News:

Ariza Berharap Penilaian Kemenkes Tidak Ganggu Kinerja Tenaga Lesehatan

Tercatat ada 106 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 12 fasilitas isolasi terkendali yang disediakan.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Tangkap Layar akun YouTube Kadin Indonesia
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menghargai permohonan maaf Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin atas pengendalian Covid-19 yang mendapat nilai E dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Ariza mengingatkan, jangan sampai penilaian yang keliru ini dapat menggangu fokus kerja para tenaga kesehatan yang selama ini berjuang menghadapi pandemi.

Apalagi banyak tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19. Ariza mengajak kepada semua pihak untuk menghormati perjuangan para tenaga kesehatan dalam menghadapi pandemi.

“Kami memahami dan menghargai permintaan maaf yang sudah disampaikan,” katanya, Minggu (30/5/2021).
Ariza mengaku bingung dengan penilaian itu karena selama ini kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI terkait penanganan dan pengendalian Covid-19 selalu melibatkan berbagai pihak.

Baca juga: Bangkitkan Gairah Pariwisata di DKI, Jakarta Tourism Forum dan PD Dharma Jaya Gelar Gowes Sepeda

Baca juga: Wander Luiz Tampil Dengan Gaya Rambut Dreadlocks, Beckham Putra Termotivasi Hadapi Kompetisi Liga 1

Di antaranya pemerintah pusat, lembaga vertikal, Forkopimda, Polri-TNI, pelaku usaha, organisasi kesehatan, dan organisasi profesi hingga masyarakat.

“Justru Pemprov DKI Jakarta menurut hemat kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Saya sudah sering menjabarkan apa yang sudah kami kerjakan dari sarana dan prasarana terhadap kesehatan,” jelas Ariza.

Ariza mencontohkan, ketersediaan rumah sakit dan fasilitas isolasi terkendali di Jakarta paling banyak dibanding daerah lain. Tercatat ada 106 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 12 fasilitas isolasi terkendali yang disediakan.

Seluruh fasilitas ini disediakan melibatkan pemerintah pusat, lembaga vertikal atau pihak swasta. Untuk RS rujukan awalnya hanya ada 98 lokasi, dan fasilitas isolasi terkendali hanya ada delapan lokasi.

“Untuk tenaga kesehatan dan penunjang lainnya yang mendukung semuanya setidaknya mencapai 144.700 orang. Kemudian tempat tidur isolasi yang kami siapkan 6.657 unit dan terpakai 2.149 unit atau 32 persen, dan tempat tidur ICU dari 1.014, terpakai 345 atau 34 persen,” jelas Ariza.

Baca juga: Lesti Kejora Pesan Busana Pengantin Untuk Menikah, Ivan Gunawan: Sekarang Gaunnya Sudah Dijahit

Baca juga: Pelatih Voli Putri DKI Jakarta Latih Soal Penguasaan Lapangan, Tim Makin Optimistis Hadapi PON Papua

Bahkan, kata Ariza, jumlah laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 juga mencapai 107 lokasi. Rinciannya 19 laboratorium gratis dan 88 laboratorium mandiri atau berbayar.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved