Breaking News:

Berita Jakarta

Wagub DKI Ariza Sebut Lahan Munjul dalam Kasus Sarana Jaya Belum Lunas

Pemprov DKI menghormati keputusan KPK, termasuk menahan bekas Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan.

Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Joko Supriyanto
Wagub DKI Riza Patria menyebut pihak Pemprov menyerahkan kasus lahan Munjul kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), apakah akan disita atau ada keputusan lainnya. Foto dok: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK menahan Dirut Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan terkait kasus pembelian lahan di Munjul, Jakarta Timur.

Terkait hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, lahan di Munjul, Jakarta Timur, yang menjadi objek dugaan korupsi dan menjerat mantan Dirut Sarana Jaya Yoory C Pinontoan, proses pembeliannya belum rampung atau belum lunas.

"Itu (lahan) masih dalam proses pembelian yang memang belum lunas. Kan baru dua kali pembayaran," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/5/2021) malam.

Terkait status asetnya, Riza Patria menyebut pihak Pemprov menyerahkan hal tersebut kepada KPK, apakah akan disita atau ada keputusan lainnya.

Baca juga: Ahmad Riza Patria Minta Guru tak Ikut Campur Soal Konflik Palestina-Israel

Baca juga: Ahmad Riza Patria Lega Sepekan Idulfitri tak Ada Ledakan Kasus Covid-19 di Jakarta

Pemprov DKI, lanjut dia, menghormati keputusan komisi antirasuah itu, termasuk menahan bekas Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan.

"Terkait Pak Yoory, kami menghormati aparat hukum KPK yang bekerja," ucap dia.

KPK resmi menahan Yoory C. Pinontoan sejak 27 Mei 2021 untuk 20 hari setelah ditetapkan sebagai tersangka karena dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Selain Yoory, KPK juga menjerat Diretur PT Adonara Propertindo Tommy Adria, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtunewe dan juga menetapkan PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi.

Baca juga: Wagub DKI Ahmad Riza Patria Akui Atasi Banjir Jakarta Tak Semudah Membalikkan Tangan

Kasus ini berawal saat Sarana Jaya mencari tanah di wilayah Jakarta yang akan dijadikan unit bisnis ataupun bank tanah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved