Breaking News:

Berita Jakarta

Tarwiyah Tidak Sabar Tempati Rumah Panggung di Kebon Pala, Tak Khawatir Kebanjiran Lagi

Dengan direnovasinya rumah di Jalan Kebon Pala, Kampung Melayu menjadi rumah panggung membuat warga lega tak takut kebanjiran lagi

Grafis Wartakotalive.com/galih
Rumah panggung di Kampung Melayu, Jakarta Timur membuat warga senang 

"Penataan kampung ini menggunakan konsep dasar 'Kampung Regeneration' di mana kita mulai dari kerawanan atau kerentanan kampung yang bisa dikurangi lalu meningkatkan potensi kekuatan kampung," ujar Saat kepada Warta Kota.

Selama ini pihak Baznas Bazis DKI, lanjut Saat, belajar kepada para arsitek yang meminimalkan kerentanan utama banjir menggunakan konsep rumah panggung.

Kohesivitas sosial diatasi dengan konsep ruang sosial mengingat potensi masyarakat di kampung tersebut adalah pembuat makanan kue basah.

Ketika disinggung perihal anggaran, Saat menyebut satu renovasi rumah ke model panggung menelan biaya Rp 79 juta. Ada 18 unit yang direnovasi. Sedangkan 25 rumah lainnya cuma diubah fasad, anggarannya Rp 14,4 juta per unit. Anggaran pembangunan rumah panggung diambil Baznas Bazis DKI dari pos "Fuqoro wal masakin".

"Jika dana dari para muzaki mempercayakan pengelolaan zakat, infak, sedekah, kepada kami masih ada, dan kelompok sasarannya sesuai peruntukan dana dari zakat, serta masyarakat menerima, InsyaAllah akan kami lanjutkan," katanya.

Sudah pernah ada

Saat menambahkan, rumah model panggung seperti di Kampung Melayu pernah dibangun sebanyak tujuh unit di wilayah RT 10 RW 11 Kramat Jati, Jakarta Timur, pada akhir tahun 2019.

Kala itu terjadi banjir yang mengakibatkan tujuh rumah mengalami rusak berat sehingga membutuhkan perbaikan.

"Setelah kami assessment terhadap tanah dan calon penerima manfaat telah sesuai, kami berdialog dengan masyarakat membangun model desain rumah panggung dengan lantai dasar untuk kegiatan komunal masyarakat. Maka kesuksesan itu kami jadikan sebagai acuan untuk membangun dengan memperhatikan kondisi setiap lingkungan yang berbeda," tuturnya.

Saat menyebut setiap tahun Baznas Bazis DKI membangun 400 hingga 500 rumah yang tak layak huni. Biasanya satu hingga tiga unit rumah tak layak huni untuk setiap kelurahan di atas tanah yang legalitasnya jelas: milik masyarakat miskin ber-KTP DKI Jakarta.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved