Berita Jakarta

Tarwiyah Tidak Sabar Tempati Rumah Panggung di Kebon Pala, Tak Khawatir Kebanjiran Lagi

Dengan direnovasinya rumah di Jalan Kebon Pala, Kampung Melayu menjadi rumah panggung membuat warga lega tak takut kebanjiran lagi

Grafis Wartakotalive.com/galih
Rumah panggung di Kampung Melayu, Jakarta Timur membuat warga senang 

"Udah dari lahir kali tinggal di sini jadi kalau banjir sudah biasa. Bahkan di lantai dua saja pernah kebanjiran juga," kata Tarwiyah kepada Warta Kota belum lama ini.

Puluhan rumah di RT 13 RW 4, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, dibedah untuk menjadi rumah panggung demi mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut. 
Puluhan rumah di RT 13 RW 4, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, dibedah untuk menjadi rumah panggung demi mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.  (Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan)

Tarwiyah sekarang tinggal bersama anak dan cucunya.

Ia mengaku sudah tidak sabar untuk segera menempati rumah "barunya" tersebut. Selain itu, ia berencana membuka toko kelontong di halaman rumah.

"Dagangnya nanti di teras saja, emang dari dulu orang sini tahu kalau saya ini berdagang. Warung keluarga istilahnya. Ya, senenglah begini (direnovasi), jadi bagus kan. Terima kasih untuk semua pihak yang membantu," katanya.

Selama rumahnya direnovasi, Tarwiyah menempati rumah kontrakan. Sewanya disubsidi Rp 500.000.

Jadi ia cukup menambah Rp 300.000 sebab sewa kontrakanya per bulan Rp 800.000.

Warga lainnya, Minah (70), menyatakan pertama kali tahu rumahnya akan diubah menjadi model panggung saat didata pengurus RT/RW setempat.

Ketika diwawancara, Minah kerap melempar senyum. Sesekali pandangannya fokus menatap rumahnya yang dipugar.

"(Saya) Dimintain KK (Kartu Keluarga), KTP, surat-surat lah pokoknya. Pas tahu mau dibenerin, ya kami senang dong. Enggak bayar (proses renovasi) lagi kan," ujar Minah.

Kegembiraan juga dirasakan Yani (57). Ia yakin rumah vertikal ini dapat membatasi jangkauan air hingga ke bagian teratas.

Seperti Tarwiyah, Yani berencana membuat teras rumah sebagai tempat untuk berjualan tempe goreng tepung hingga beraneka lauk pauk. 

Kebon Pala bukan yang pertama 

Wakil Ketua II Baznas Bazis DKI, Saat Suharto Amjad mengungkap latar belakang pihaknya mengusulkan ide membedah rumah warga di wilayah Kampung Melayu menjadi model panggung kepada Pemkot Jakarta Timur.

Menurutnya semua berawal dari bencana banjir yang kerap menimpa Kampung Melayu.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved