Berita Jakarta

Perusahaan di Kapuk Muara Terancam Ditutup Gara-gara Buang Limbah ke Sodetan Kali Angke

Satu perusahaan di Kapuk Muara kedapatan membuang limbah sisa produksi sembarangan ke sodetan Kali Angke terancam ditutup.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Petugas Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara sedang melakukan upaya pemantauan perusahaan di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.  

WARTAKOTALIVE.COM, PENJARINGAN - Satu perusahaan di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara terancam ditutup.

Pasalnya, Satu perusahaan tersebut kedapatan membuang limbah sisa produksi sembarangan ke sodetan Kali Angke

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan dan Kebersihan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Suparman mengatakan, pihaknya mengawasi UD Athien. 

Menurut dia, UD Athien merupakan perusahaan bergerak di bidang industri pengolahan makanan laut yakni baso ikan dan otak-otak.

Namun pengelola kedapatan melakukan pelanggaran. 

Baca juga: Daur Ulang Limbah Plastik, Ini Beragam Mesin Plastik dan Karet Canggih, Hemat, dan Ramah Lingkungan

Baca juga: Anies: Keberadaan Pengelolaan Limbah dan Air Bersih di Kepulauan Seribu Berikan Perasaan Keadilan

"Mereka mengalirkan air produksi otak-otak langsung dibuang ke Kali Sodetan Angke," kata Suparman, Sabtu (29/5/2021).

Suparman menjelaskan, praktik pembuangan limbah itu secara langsung tanpa proses pengolahan air limbah tidak dibenarkan.

"Apa yang mereka lakukan dapat mencemari lingkungan," ujarnya. 

Perusahaan tersebut akan mendapat sanksi tegas penutupan apabila melakukan pembuangan air produksi tanpa melewati proses pengolahan air limbah di IPAL yang sudah dimiliki.

Baca juga: VIDEO Limbah B3 Jenis Oil Spill Mencemari Objek Wisata Pulau Untung Jawa

Baca juga: Sulap Limbah Kayu Jadi Beragam Kerajinan,Wanurejo Diusung Sandiaga Uno Sebagai Desa Penghasil Devisa

Suparman menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas apabila dalam 3-5 hari belum juga menutup bypass pembuangan air produksinya. 

"Kami akan cabut izin usahanya jika produksinya dilakukan tanpa melewati proses pengolahan air limbah di IPAL yang sudah dimiliki,” ujarnya. 

Perusahaan itu memiliki fasilitas IPAL dengan sistim pengolahan gravitasi/pengendapan yang terdiri atas tiga bak berukuran masing-masing panjang 1 meter, lebar 1 meter, dalam 1.5 meter. 

Namun fasilitas tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal sesuai ketentuan.

"Mereka juga harus melakukan penutupan bypass pembuangan air produksi ke Kali Sodetan Angke yang diketahui tanpa melewati proses pengolahan air limbahnya," kata Suparman.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved