Breaking News:

Larangan Mudik

IPW Nilai Badan Intelkam Polri Tak Punya Konsep Penyekatan Pemudik

Menurut IPW, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perlu mengevaluasi kinerja Badan Intelkam Polri. 

Wartakotalive/Budi Sam Law Malau
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perlu mengevaluasi kinerja Badan Intelkam Polri.  Foto dok: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo keluarkan telegram berisi instruksi pengawasan dan penertiban aktivitas masyarakat di tempat wisata saat masa larangan mudik dan Lebaran 2021. 

Pertanyaannya, kata Neta, kenapa penyekatan di perbatasan Jakarta Banten, tepatnya di Kabupaten Tangerang tidak ada masalah dan tidak ada yang bobol, sehingga penyeberangan feri di Merak Banten aman dan terkendali?

"Sepertinya, dalam hal ini Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar perlu belajar banyak kepada Kapolda Banten. Tidak adanya 'puding' dari Baintelkam memang membuat bingung jajaran kepolisian di lapangan, terutama dalam menghadapi tekanan dan manuver pemudik motor," kata Neta.

Baca juga: Bank Muamalat Masuk Jajaran Bank Terbaik Dunia Versi Majalah Forbes

"Jika Baintelkam Polri jeli, sebenarnya seminggu setelah puasa Ramadhan puluhan grup WA sudah bermunculan. Labelnya, Ayo Mudik, Lawan Polisi Penyekat, Mudik Jurusan Lampung, Mudik Pantura, dan lainnya," kata Neta. 

Grup WA ini menurutnya dikendalikan sejumlah orang di Bekasi, Tanah Abang, Serang, dan Lampung. Mereka lah yang memprovokasi lewat medsos agar masyarakat tidak takut untuk mudik meski dilarang pemerintah. 

"Tujuan utamanya sesungguhnya ingin membuat kekacauan di pos pos penyekatan. Untungnya pemudik motor yang sudah antri hingga 5 km dari pos penyekatan di Kedung Waringin tidak terprovokasi membuat kerusuhan, apalagi polisi akhirnya 'menyerah' dan mengijinkan pemudik melintas," kata Neta.

Di Banten, lanjut Neta, aparatur intelijennya berhasil mendapatkan dan mengintai 11 grup WA yang memprovokasi pemudik agar menerobos pos penyekatan. 

Baca juga: Sudin LH Jakarta Utara Ancam Cabut Izin Usaha UD Athien di Penjaringan, Ini Alasannya

"Dari grup WA itu berhasil pula diketahui titik titik kumpul pemudik sebelum menuju pos penyekatan. Dari titik kumpul inilah para pemudik kemudian digiring aparatur ke Polres maupun Polsek. Semua HP pemudik disita dan grup WA nya dikendalikan polisi, setelah lima enam jam ditahan di kantor polisi, para pemudik itu digiring menuju arah pulang ke Jakarta," paparnya.

Akibat hal ini, kata Neta, saat puncak mudik di Pelabuhan Merak kondisinya aman, terkendali, dan tidak ada gerombolan pemudik, terutama sepeda motor.

Dari semua itu kata Neta, IPW berharap Kapolri segera mengevalusi kinerja jajarannya, terutama Baintelkam Polri. 

Baca juga: Sandiaga Bersama Raffi Ahmad Kunjungi Desa Tugu Selatan di Kawasan Puncak Bogor

"Tujuannya agar Baintelkam Polri tidak hanya fokus pada Papua dan sekaligus mengingatkan bahwa Papua adalah bagian kecil dari Indonesia. Sebab dari pantauan IPW hingga saat ini Baintelkam belum mengeluarkan Juklak soal Isu Palestina. Padahal aksi aksi demo soal Palestina makin marak di Indonesia," kata Neta. (bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved