Breaking News:

Berita Terpopuler

Berita Populer: Anies Baswedan Dibully, Pernikahan Kasus Pencabulan Hingga Aborsi di Pamulang

Berikut ini berita terpopuler di Jakarta dan sekitarnya Sabtu 29 Mei mulai dari Anies Baswedan, pendaftaran Komcad hingga kasus pencabulan

Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
TribunJakarta/Bima
Ilustrasi -- Berita terpopuler Jabodetabek selama 24 jam mulai dari penilaian pemerintah terhadap Anies soal pandemi hingga kasus pencabulan yang dilakukan anak anggota DPRD Kabupaten Bekasi 

Dalam hal cara pendaftaran cukup mudah.

Pemerintah telah menyediakan metode pendaftaran melalui aplikasi KomcadApp dan lewat whatsapp dengan nomor 08990170845.

Selengkapnya klik  link ini

3. ICJR tolak pernikahan anak kasus pencabulan

Ilustrasi korban pencabulan
Ilustrasi korban pencabulan (Tribunnews.com)

Maidina Rahmawati Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menanggapi wacana menikahkan tersangka persetubuhan di bawah umur, AT (21) dengan PU (15).

Ia mengingatkan bahwa wacana tersangka untuk menikahi korban yang dinyatakan tersangka dan disampaikan oleh penasihat hukum tersangka harus ditanggapi secara kritis oleh aparat penegak hukum, utamanya pihak kepolisian yang saat ini menangani kasus tersebut. 

Terlebih lagi, AT dijerat Pasal 81 Perpu 1 tahun 2016 jo Pasal 76D UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Baca juga: Akhirnya Ditahan Polisi, Ini Pengakuan Anak Anggota DPRD Kota Bekasi yang Setubuhi Anak Dibawah Umur

Dikarenakan korban berusia anak, maka tidak ada konsep persetujuan murni orang dibawah usia 18 tahun untuk melakukan hubungan seksual, maka hubungan seksual antara orang dewasa dengan anak-anak harus dinyatakan sebagai tindak pidana.

Sesuai dengan Pasal 26 UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak telah secara jelas menyatakan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya perkawinan anak. 

"Dalam UU ini juga telah dinyatakan bahwa anak korban kejahatan seksual memerlukan perlindungan khusus yang terdiri dari upaya edukasi tentang kesehatan reproduksi, nilai agama, dan nilai kesusilaan, rehabilitasi sosial, pendampingan psikososial pada saat pengobatan sampai pemulihan dan pemberian perlindungan dan pendampingan pada setiap tingkat pemeriksaan mulai dari penyidikan, penuntutan, sampai dengan pemeriksaan di sidang pengadilan," ucapnya.

Selengkapnya klik link ini

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved