Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Tak Jatuhkan Vonis Penjara kepada Rizieq Shihab, Hakim Sepakat Ada Beda Perlakuan Pelanggar Prokes

Rizieq terbukti melanggar pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dalam peristiwa yang terjadi pada 13 November 2020.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Nur Ichsan
Rizieq Shihab divonis denda Rp 20 juta subsider 5 bulan dalam perkara kerumunan di Megamendung, dan hukuman 8 bulan penjara pada perkara kerumunan di Petamburan. 

WARTAKOTALIVE, CAKUNG - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis denda Rp 20 juta kepada Rizieq Shihab, atas kasus kerumunan warga di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rizieq terbukti melanggar pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dalam peristiwa yang terjadi pada 13 November 2020, sesuai dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mempertimbangkan beberapa hal, sebelum menjatuhkan vonis denda kepada Rizieq, ketimbang pidana penjara.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi 10, Paling Banyak di Sumatera

"Bahwa telah terjadi ketimpangan perlakuan atau diskriminasi yang seharusnya tidak terjadi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mengagungkan negara hukum, bukan negara kekuasaan," kata anggota majelis hakim, Kamis (27/5/2021).

Hal ini berdasar keterangan saksi ahli, selama pandemi Covid-19 banyak pelanggaran protokol kesehatan.

Namun tidak ada diproses pidana, melainkan denda dan hukuman sosial.

Baca juga: Bantah Galang Dana, Kuasa Hukum Pastikan Denda Rizieq Shihab Bakal Dibayar oleh Pihak Keluarga

Kerumunan 3.000 warga di Megamendung saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah juga terjadi akibat kesalahan warga

"Terjadi pengabaian aturan protokol kesehatan oleh masyarakat itu sendiri, karena kejenuhan terhadap kondisi pandemi ini."

"Dan juga pembedaan perlakuan di antara masyarakat satu sama lain," sambung majelis hakim.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 8, di Maluku Cuma Satu

Ditambah, kerumunan warga di Megamendung, Kabupaten Bogor adalah pelanggaran protokol kesehatan tidak disengaja, dengan pertimbangan mengacu pada keterangan saksi fakta.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved