Banjir Rob

Pemkot Jakarta Utara Kolaborasi dengan Pushidros TNI AL Menangani Banjir Rob

Pemerintah Kota Jakarta Utara berkolaborasi dengan Pusat Hidro-Oseanografi (Pushidros) TNI Angkatan Laut untuk menangani kenaikan muka air laut (rob).

Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Ilustrasi banjir rob merendam permukiman warga di kawasan Muara Angke, RW 022 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kota Jakarta Utara berkolaborasi dengan Pusat Hidro-Oseanografi (Pushidros) TNI Angkatan Laut untuk menangani kenaikan muka air laut atau rob. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Utara berkolaborasi dengan Pusat Hidro-Oseanografi (Pushidros) TNI Angkatan Laut untuk menangani kenaikan muka air laut (rob). 

Kolaborasi diawali pendalaman fenomena alam rob di pesisir Jakarta yang kerap terjadi lantaran wilayah Jakarta Utara yang berbatasan langsung dengan laut. 

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan upaya kolaborasi dilakukan untuk mempelajari secara bersama fenomena naiknya muka air laut dalam rangka penanggulangan rob.

Baca juga: Atasi Banjir Rob Imbas Gerhana Bulan, Pemkot Jakut Siagakan Pompa di Sejumlah Titik Rawan Genangan

Baca juga: BMKG Perkirakan Dampak Gerhana Bulan Berupa Banjir Rob di Pesisir Utara Jakarta Tak Separah 2018

“Kolaborasi ini sangat membantu kami dalam upaya melakukan antisipasi banjir,” ucap Ali, Jumat (28/5/2021). 

Ali menambahkan kolaborasi bersama Pushidros TNI AL ini mempertajam data analisa penanganan rob yang selama ini dilakukan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara.

Kolaborasi ini termasuk juga dengan melakukan pemetaan danau dan waduk di Jakarta Utara guna mengetahui volume debit air yang sesungguhnya.

“Tadi juga kami sampaikan bagaimana kita bisa mengenal karakteristik dari rob sehingga bisa diantisipasi penanganannya,” sambung Ali.

Wakil Komandan Pusat Hidro-Oseanografi (Pushidros) TNI AL Laksamana Muda TNI AL Budi Purwanto menyambut kolaborasi penanganan rob dengan Pemerintah Kota Jakarta Utara. 

“Bersama-sama kita akan menganalisa rob di Jakarta Utara,” ungkapnya. 

Baca juga: Kepala BMKG Minta Masyarakat Pesisir Utara Jakarta Waspada Banjir Rob setelah Gerhana Bulan

Baca juga: Gara-gara Gerhana Bulan, Pelabuhan Sunda Kelapa Alami Banjir Rob

Karakteristik fenomena rob di pesisir Utara Jakarta akan bersama-sama dianalisa sekaligus memetakan kedalaman danau dan waduk untuk keperluan pengerukan sedimen lumpur.

“Seandainya danau dan waduk itu mau dikeruk untuk meningkatkan debit airnya, kita akan memetakan dan menghitung berapa volume debit air yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved