Breaking News:

OJK Kerja dari Bali, Dorong Sektor Jasa Keuangan Bangkitkan Ekonomi

OJK Kerja dari Bali, Dorong Sektor Jasa Keuangan Bangkitkan Ekonomi. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Tribunnews.com
otoritas jasa keuangan (OJK) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk menggerakkan pariwisata, satunya di antaranya melalui program work from atau kerja dari Bali.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, selama beberapa hari ini mencoba untuk melakukan pekerjaan seperti biasanya, tapi dilakukan dari Bali.

"Selama kunjungan ini saya bertemu dan berdiskusi dengan perwakilan Bank Himbara dan LPEI di Bali untuk merumuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan agar ekonomi Bali cepat bangkit kembali," ujarnya, Jumat (28/5/2021).

Kemudian, seiring dengan telah dimulainya program vaksinasi sebagai game changer dan berbagai stimulus yang telah dikeluarkan OJK bersama pemerintah, penyaluran kredit di Bali menunjukkan hasil positif.

Baca juga: Final Liga Champions, Plt Wali Kota Jaksel Isnawa Adji Jagokan Manchester City

Secara tahunan mencapai 0,54 persen atau tumbuh menjadi Rp 93,6 triliun di tengah kredit secara nasional yang masih terkontraksi.

Sementara, pnyaluran kredit pariwisata baru di Bali dari Bank Himbara dan BPD pada periode Maret 2020 sampai April 2021 mencapai sebesar Rp 511,61 miliar dari total pengajuan kredit sebesar Rp 890,47 miliar.

Wimboh menjelaskan, untuk menunjang ekonomi Bali yang selama ini tergantung pada sektor pariwisata, OJK mendorong potensi lokal lain untuk menjadi pilar baru perekonomian Bali.

"Misalnya budidaya lobster, agrobisnis, dan hasil kerajinan. Indonesia kaya akan sumber daya alam yang dapat dimaksimalkan untuk peluang ekonomi baru," katanya.

Baca juga: Final Liga Champions, Plt Wali Kota Jaksel Isnawa Adji Jagokan Manchester City

Adapun, dia menambahkan, melalui kebijakan stimulus restrukturisasi OJK, industri perbankan telah memberikan restrukturisasi terhadap 81 persen kredit perbankan terdampak Covid-19 dengan jumlah outstanding kredit mencapai Rp 27,99 triliun di Bali.

Di sisi lain, peran LPEI dalam memberikan program penjaminan kredit diharapkan dapat lebih memberikan ruang tersalurkannya kredit atau pembiayaan untuk industri pariwisata Bali.

"Ke depan, OJK akan terus mengimbau sektor jasa keuangan di Bali, LPEI serta industri jasa keuangan lainnya untuk terlibat dan mengambil peran lebih besar dalam upaya pemulihan ekonomi Bali," pungkas Wimboh. (YanuarRiezqi Yovanda)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved