Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Dinas Pendidikan Kota Bekasi Tunda Penambahan PTM karena Virus Corona Naik setelah Libur Lebaran

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Inayatullah menyatakan pihaknya tak ingin menambah sekolah PTM berhubung angka virus corona naik.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Warta Kota
Ilustrasi pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda penambahan sekolah yang akan menggelar PTM, berhubung angka virus corona cenderung meningkat setelah libur Lebaran. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Inayatullah menjelaskan pihaknya untuk sementara menunda penambahan jumlah sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) berbasis Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB-SP).

Inayatullah mengatakan alasan ditundanya penambahan dikarenakan terjadi penambahan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran di Kota Bekasi.

"Jadi masih kami pertimbangkan (penambahan) mengingat pasca lebaran hasil evaluasi dari Komite Guru Kota Bekasi, ada kenaikan 2,21 persen kasus Covid-19," ujar Inayatullah, Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Dedie A Rachim Tegaskan Polisi RW di Kota Bogor Monitor Tes Antigen Pemudik, PTM Juli Nanti Terancam

Rekomendasi ditundanya penambahan sekolah juga disarankan oleh Dinas Kesehatan, sehingga pihaknya kini memilih untuk meningkatkan kualitas protokol kesehatan kepada 220 sekolah yang telah menyelenggarakan PTM.

"Kita juga koordinasi dengan Diskes, kalau bisa jangan ditambah dulu, jadi yang ada saja yang sekarang berjalan (220 sekolah), kita tingkatkan proses pembelajarannya termasuk prokes ketat secara disiplin," katanya.

Padahal, sambung Inayatullah, sebanyak 80 sekolah, baik SD dan SMP negeri maupun swasta, telah mengajukan untuk menggelar PTM terbatas yang dimulai pada 24 Mei 2021 lalu.

"Sebelum lebaran dari SD dan SMP sudah mengajukan, sekitar 80 sekolah, seharusnya lanjut tanggal 24 Mei, Tapi kami pertimbangkan dulu. Sesuai dengan saran dari diskes. Jadi kedepan kita lihat dulu sampai awal Juni. Kami tunda dulu," ucap Inayatullah.

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli 2021.

Kebijakan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyatakan tak harus menunggu Juli untuk bisa memulai sekolah tatap muka.

Baca juga: Sembilan SDN di Kecamatan Leuwiliang Bogor Mulai PTM, ini Langkah yang Diambil Satgas Covid-19

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved