Breaking News:

Berita Jakarta

Dapat Nilai E dari Kemenkes, Ariza Tegaskan Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Melandai

Ariza mengatakan, ketersediaan rumah sakit dan fasilitas isolasi terkendali di Jakarta paling banyak dibanding daerah lain.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Joko Supriyanto
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membeberkan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta dalam menangani dan menanggulangi pandemi Covid-19 di Ibu Kota.

Hal itu dikatakan Ariza untuk menanggapi komentar Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono soal penilaian E terhadap pengendalian Covid-19 di Jakarta, pada Kamis (27/5/2021) lalu.

“Tentang kebijakan di Jakarta sangat serius dan sungguh-sungguh dalam pengendalian Covid-19. Alhamdulillah kita lihat bersama, angkanya masih cukup landai, tidak ada peningkatan yang signifikan,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Telanjur Dibully di Medsos, Anies Maafkan Menkes soal Penilaian E DKI terhadap Pengendalian Covid-19

Ariza mengatakan, ketersediaan rumah sakit dan fasilitas isolasi terkendali di Jakarta paling banyak dibanding daerah lain.

Tercatat ada 106 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 12 fasilitas isolasi terkendali yang disediakan.

Seluruh fasilitas ini disediakan Pemprov DKI dengan melibatkan pemerintah pusat, lembaga vertikal atau pihak swasta.

Untuk RS rujukan awalnya hanya ada 98 lokasi, dan fasilitas isolasi terkendali hanya ada delapan lokasi.

“Untuk tenaga kesehatan dan penunjang lainnya yang mendukung semuanya setidaknya mencapai 144.700 orang. Kemudian tempat tidur isolasi yang kami siapkan 6.657 unit dan terpakai 2.149 unit atau 32 persen, dan tempat tidur ICU dari 1.014, terpakai 345 atau 34 persen,” jelas Ariza.

Bahkan, kata Ariza, jumlah laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 juga mencapai 107 lokasi. Rinciannya 19 laboratorium gratis dan 88 laboratorium mandiri atau berbayar.

SELAMAT, Gitaris Slank Abdi Negara Diangkat Jadi Komisaris Telkom

Baca juga: Luruskan Pernyataan Wamenkes, Budi Gunadi Minta Maaf soal Penilaian Buruk terhadap Pemprov DKI

Untuk kemampuan pengecekan sampel per hari yang sebelumnya 25.143 spesimen, sekarang sudah mencapai 70.490 spesimen.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved