Breaking News:

Berita internasional

Bashar al-Assad Menangkan Pilpres Kali Keempat, AS Tuding Pemilu Suriah Tidak Jurdil

Bashar al-Assad kembali memenangkan pemilu presiden di Suriah dengan meraup 95,1% suara

Editor: Bambang Putranto
Kompasiana.com
Poster Presiden Suriah Bashar al Assad diusung para pendukungnya 

Wartakotalive.com, Jakarta - Bashar al-Assad kembali memenangkan pemilu presiden di Suriah dengan meraup 95,1% suara. Dengan ini Assad akan menjabat untuk yang keempat kalinya.

Bagi pemerintah Suriah, pemilu kali ini menandai keberhasilan Suriah menjalankan pemerintahan di tengah konflik yang telah berlangsung selama satu dekade.

Dilansir dari Reuters, ketua parlemen Hammouda Sabbagh mengumumkan hasil pada konferensi pers pada hari Kamis (27/5), mengatakan jumlah pemilih sekitar 78%, dengan lebih dari 14 juta warga Suriah mengambil bagian.

Assad melawan dua kandidat, mantan wakil menteri kabinet Abdallah Saloum Abdallah dan Mahmoud Ahmed Marei, kepala partai oposisi kecil yang secara resmi disetujui. Marei mendapat 3,3% suara, sementara Saloum menerima 1,5%.

Kemenangan tersebut mengantarkan Assad untuk berkuasa tujuh tahun lagi dan memperpanjang pemerintahan keluarganya hingga hampir enam dekade.

Ayahnya, Hafez al-Assad, memimpin Suriah selama 30 tahun hingga kematiannya pada tahun 2000.

"Terima kasih kepada semua warga Suriah atas rasa nasionalisme mereka yang tinggi dan partisipasi mereka yang penting. Mari mulai besok kampanye kerja kita untuk membangun harapan dan membangun Suriah," tulis Assad di halaman kampanyenya di Facebook.

Tahun-tahun pemerintahan Assad diwarnai oleh konflik multi-sisi yang telah memecah belah negara Timur Tengah dan menarik teman dan musuh asing.

Sekarang Assad telah mendapatkan kendali atas sekitar 70% Suriah, Tantangan terbesarnya saat ini adalah mengangkat kembali ekonomi yang sedang merosot.

Dianggap tidak sah

Pemilu kali ini berlangsung di tengah proses perdamaian yang dipimpin oleh PBB. Pihak PBB menyerukan pemungutan suara di bawah pengawasan internasional agar bisa membantu membuka jalan bagi konstitusi baru dan penyelesaian politik.

Para menteri luar negeri Prancis, Jerman, Italia, Inggris dan Amerika Serikat menyampaikan kritik terhadap Assad menjelang pemilihan, mengatakan bahwa pemungutan suara tidak akan bebas atau adil. Turki yang menjadi musuh Assad juga mengatakan pemilihan itu tidak sah.

Pengetatan sanksi AS, keruntuhan keuangan negara tetangga Lebanon, pandemi Covid-19 dan ketidakmampuan sekutu Rusia dan Iran untuk memberikan bantuan yang cukup, akan membuat proses pemulihan menjadi sulit.

Pemungutan suara kali ini diboikot oleh pasukan pimpinan Kurdi yang didukung AS yang mengelola wilayah kaya minyak di timur laut dan di wilayah barat laut Idlib. Pada hari Rabu (27/5), orang-orang mengecam pemilihan tersebut dalam demonstrasi besar.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bashar al-Assad Menangkan Pilpres Suriah: Amerika, Turki, dan Inggris Bilang Tidak Sah

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved