Breaking News:

Libur Lebaran, Volume Sampah di Kabupaten Bekasi Meningkat 40 Persen

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi mencatat terjadi lonjakan volume sampah mencapai 40 persen selama libur hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Max Agung Pribadi
istimewa
Antrean truk sampah di TPA Burangkeng yang berada di Kecamatan Setu. Volume sampah di Kabupaten Bekasi meningkat 40 persen selama libur Lebaran. 

WARTAKOTALIVE.COM, SETU - Larangan mudik yang dilakukan pemerintah berdampak pada meningkatnya volume sampah di Kabupaten Bekasi.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi mencatat terjadi lonjakan volume sampah mencapai 40 persen selama libur hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Sampah selama libur hari raya lebaran mengalami peningkatan sanga drastis mencapai 40 persen," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno, Kamis (27/5/2021). 

Baca juga: Bulan Ramadan, Volume Sampah di Kabupaten Bekasi Meningkat 200 Ton per Hari

Menurut dia, biasanya setiap hari sampah yang diangkut ke TPA Burangkeng yang berada di Kecamatan Setu hanya sebanyak 600 ton.

Namun ketika momen libur lebaran kemarin, volume sampah mencapai 40 persen atau sekitar 900 ton setiap harinya.

Peno menuturkan melimpahnya sampah disebabkan banyak warga tidak mudik atau pulang kampung dan merayakan Idul Fitri di rumahnya.

Baca juga: Volume Sampah Tinggi, Pemkot Bekasi Kesulitan Bersihkan Tumpukan Sampah Liar di Pinggir Tol JORR

"Berbeda dari tahun sebelumnya, sampah lebaran kali ini memang sangat banyak," katanya.

Untuk menghindari terjadinya penumpukan sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi mengerahkan 165 truk pengangkut sampah untuk membawa sampah, baik di jalan maupun di permukiman.

Bahkan, apabila sampah menumpuk pengangkutan bisa mencapai dua hingga tiga kali dalam sehari.

Baca juga: Pengawasan Kerumunan Ketat, Volume Sampah Malam Tahun Baru 2021 di Kota Bogor Menurun Drastis

Peno meminta kepada masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah, guna mengurangi beban sampah yang diangkut ke TPA Burangkeng.

Sebab, pengangkutan sampah yang dilakukan petugas dilapangan dilakukan di 23 Kecamatan.

"Karena kondisi TPA Burangkeng sudah over kapasitas, jadi masyarakat harus memilahnya, kasihan petugas kewalahan," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved