Ganggu Roda Ekonomi dan Bikin Masyarakat Khawatir, Bukti Dampak Kasus Jiwasraya-Asabri 

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pernyataan Jampidsus Ali Mukartono yang memastikan, aksi penyitaan aset tak mengganggu roda ekonomi.

Editor: Mohamad Yusuf
Kontan
Illustrasi Jiwasraya. Perusahaan tersebut kini jadi sorotan karena kasus korupsi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung hingg kini terus mengusut kasus korupsi Jiwasraya dan Asabri.

Namun, dampak dari kasus Jiwasraya dan Asabri itu justru membuat roda ekonomi terganggu dan masyarakat menjadi khawatir.

Salah satunya adalah yang dialami oleh perusahaan sekapasitas PT SMR Utama Tbk, yang berdampak kesulitan mencari pinjaman untuk pembiayaan alat berat dan suku cadang.

Baca juga: Kisah Wanita di Lebak, Wajahnya Digergaji Suami karena Menolak Diajak Mandi Bareng saat Bulan Puasa

Baca juga: Detik-detik Pria Berambut Gondrong Ditangkap karena Pukul Polisi Saat Razia Prokes di Solo

Baca juga: Pengamat Sebut Pantas Elektabilitas Anies Kalahkan Prabowo, karena Kerap Jadi Subjek Pemberitaan

Di mana kondisi ini berbanding terbalik dengan pernyataan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono yang memastikan, aksi penyitaan aset Heru Hidayat dalam kasus tersebut tak mengganggu roda ekonomi dan operasional perusahaan terdampak.

Hal ini dibuktikan pekerjaan tambang anak usaha PT Trada Alam Minera Tbk tersebut kini mengalami penurunan akibat supplyer dan lembaga pembiayaan mulai membatasi kemitraannya. Direktur Riset Center of Reform on Economy (CORE), Piter Abdullah pun mengomentari kondisi yang dialami SMR Utama tersebut.

Ia menilai apa yang dialami PT SMR Utama Tbk merupakan imbas penegakan hukum, khususnya penyitaan, oleh kejaksaan yang dinilai telah merugikan roda ekonomi dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

Utamanya mereka yang sejatinya tak terkait dalam perkara.

"Iya, itu obvious, jelas banget! Siapapun akan khawatir, karena pasti akan dikaitkan (perkara Jiwasraya dan Asabri)," kata Piter, Rabu (26/5/2021).

Menurutnya, manajemen PT SMR Utama Tbk harus segera melokalisir persoalan ini.

Dan itu hanya bisa dilakukan dengan kerjasama yang baik dengan semua pihak, dengan penegak hukum, dengan pemerintah agar semuanya benar-benar terlokalisir penyelesaiannya. Kalau tidak, semua orang akan khawatir.

"Jika kondisi ini terus terjadi, lanjutnya, PT SMR Utama Tbk akan susah melakukan penyelamatan bisnis perusahaan," katanya.

Jika dibiarkan, lanjutnya, kecenderungannya bisa akan berdampak memburuk, kepercayaan masyarakat pada dunia usaha dan pasar modal akan pudar.

menurutnya, yang pasti, kondisi sebuah perusahaan besar sekapasitas PT SMRU Tbk saat ini terbukti belum membaik.

Senada Pengamat Ekonomi dan Bisnis Universitas Pelita Harapan (UPH), Tanggor Sihombing menilai kesulitan yang dialami oleh PT SMRU Tbk memang berganda.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved