Breaking News:

Belanja Online

Praktisi Media Sosial Minta Ada Pembagian Tugas yang Jelas antara Penjual dan Kurir Belanja Online

Masyarakat yang kerap belanja online atau cash on delivery (COD) pasti sering menghadapi masalah, seperti barang tak sesuai pesanan.

Editor: Valentino Verry
thinkstockphotos
Ilustrasi belanja online. Praktisi sosial media minta ada pembagian tugas yang jelas antara penjual dan kurir, sebab saat ini posisi kurir sangat lemah. Mereka seolah bertanggung jawab jika barang yang dikirim tak sesuai harapan, atau pesanan yang salah. 

Sistem pembayaran Cash on Delivery atau COD sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan pelanggan untuk membayar paket atau barang dari e-commerce saat pesanan tiba.

Namun, belakangan ini jagat media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan seorang konsumen memaki kurir dengan kata-kata kasar saat mengantarkan barang. Bahkan, beberapa kejadian itu sampai berujung pada tindakan pengancaman dan kekerasan fisik.

Kasus seperti ini memang cukup sering terjadi dan menjadi viral di sosial media selama beberapa bulan terakhir. Fitur COD yang seharusnya memudahkan akses pembayaran masyarakat, kini seolah berubah menjadi bumerang bagi kurir yang bertugas mengantarkan paket dan menerima pembayaran tersebut.

Seringnya terjadi kesalahpahaman antara konsumen dan kurir dalam sistem pembayaran COD menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui betul sistem pembayaran ini.

External Communications Senior Lead salah satu e-commerce unicorn Indonesia, Ekhel Chandra Wijaya, fitur COD di e-commerce bertujuan untuk membayar pesanan secara tunai kepada kurir setelah pesanan di terima. Fitur ini dihadirkan platform e-commerce untuk memberi kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang belum memiliki akses pembayaran digital atau nontunai.

"Metode COD sebenarnya bertujuan baik untuk pelanggan yang ingin memastikan barang pesanannya tiba dahulu baru kemudian dibayar. Pengguna yang melakukan transaksi COD dapat melakukan melakukan pengembalian barang sebelum melakukan pembayaran kepada Mitra Kurir apabila pengguna belum membuka paket atau kiriman barang," jelas Ekhel saat dihubungi, Rabu (26/5/2021).

Lebih lanjut lagi, Ekhel menjelaskan apabila barang yang diterima saat COD tidak sesuai pesanan. Jika barang tidak sesuai pesanan, pembeli dapat mengajukan komplain pada penjual untuk pengembalian barang.

Baca juga: JD.ID Buka Gerai O2O Terbaru di Citywalk Sudirman Kombinasikan Belanja Online ke Offline

Hal yang terpenting untuk diingat bahwa barang yang sudah dibuka oleh pembeli tidak dapat dikembalikan atau ditukar.

Kurir dalam sistem COD hanya bertindak sebagai pengantar paket dan penerima pembayaran, sehingga tidak bisa disalahkan apabila barang yang diterima tidak sesuai pesanan atau mengalami kerusakan di dalamnya.

"Jika barang sudah terlanjur dibuka, maka pembeli harus membayarkan pesanannya terlebih dahulu kepada kurir lalu mengajukan komplain ke penjual. Pembeli atau konsumen bisa sambil mendokumentasikan barang tersebut saat dibuka dengan foto atau video sebagai bukti kuat kalau barang yang diterima tidak sesuai pesanan," tutur Ekhel.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved