Breaking News:

Belanja Online

Praktisi Media Sosial Minta Ada Pembagian Tugas yang Jelas antara Penjual dan Kurir Belanja Online

Masyarakat yang kerap belanja online atau cash on delivery (COD) pasti sering menghadapi masalah, seperti barang tak sesuai pesanan.

Editor: Valentino Verry
thinkstockphotos
Ilustrasi belanja online. Praktisi sosial media minta ada pembagian tugas yang jelas antara penjual dan kurir, sebab saat ini posisi kurir sangat lemah. Mereka seolah bertanggung jawab jika barang yang dikirim tak sesuai harapan, atau pesanan yang salah. 

"Jadi edukasi sebenarnya bisa membantu tapi belum tentu diikuti juga oleh praktek di lapangan ketika pembeli tentu ingin lihat dulu barangnya baru kemudian membayar karena itu yang seolah-olah dijanjikan dengan sistem COD," jelas Enda.

Solusi untuk permasalahan COD

Baca juga: Tren Belanja Online Meningkat Saat Ramadhan, Ancaman Malware Juga Mengintai! Simak Tipsnya

Enda mengusulkan, untuk mengatasi permasalahan pada sistem pembayaran COD diperlukan pembagian tugas yang jelas antara penjual dan kurir.

Sebab dalam sistem COD kurir yang sejatinya hanya mitra pengantaran barang yang dipilih seller, faktanya bertanggung jawab pula atas pembayaran di tempat.

Oleh karena itu, kurir harus mendapatkan kompensasi lebih dari setiap order pengantaran paket yang dilakukan dengan metode COD.

"Jadi menurut saya, kuncinya sebenarnya adalah di kurir, di mana kurir bukan hanya bertindak sebagai pengantar paket dalam hal ini tapi juga bertindak sebagai kasir penerima pembayaran," katanya.

"Selain itu kurir juga bertindak sebagai customer service yang mewakili penjual melayani pembeli apabila ditemukan komplain di lapangan," tuturnya.

"Sehingga kurir harusnya mendapatkan kompensasi lebih karena tugasnya atau jobdesknya bukan hanya sebagai kurir dalam hal ini. Dia juga bertanggung jawab atas segala komplain yang mungkin bisa terjadi setiap saat," imbuh Enda.

Menurut Enda, potensi konflik yang terjadi antara pembeli dan kurir bisa diredam apabila kurir mendapat bekal pelatihan yang cukup. Sebab, beban dan tugas kurir yang sangat berat membutuhkan pemahaman yang cukup serta harus diberikan kompensasi lebih dari setiap metode pembayaran COD.

"Insiden ini sebenarnya bisa diredam apabila pembeli sudah teredukasi dan mitra kurir dibekali dengan training dan juga tips dan juga mungkin cara yang pas untuk melayani pembeli. Karena beban yang diemban kurir sangat berat, harus ada kompensasi lebih bagi kurir karena mereka dituntut harus bisa menjelaskan kepada pembeli bagaimana seharusnya melakukan sistem COD," tutup Enda. 

Baca juga: Hasil Survei Neurosensum Sebutkan Aktivitas Belanja Online Saat Ramadan Tahun Ini akan Meningkat

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved