Breaking News:

Belanja Online

Praktisi Media Sosial Minta Ada Pembagian Tugas yang Jelas antara Penjual dan Kurir Belanja Online

Masyarakat yang kerap belanja online atau cash on delivery (COD) pasti sering menghadapi masalah, seperti barang tak sesuai pesanan.

Editor: Valentino Verry
thinkstockphotos
Ilustrasi belanja online. Praktisi sosial media minta ada pembagian tugas yang jelas antara penjual dan kurir, sebab saat ini posisi kurir sangat lemah. Mereka seolah bertanggung jawab jika barang yang dikirim tak sesuai harapan, atau pesanan yang salah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sering bermasalahnya metode pembayaran melalui Cash on Delivery atau COD akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di jagat media sosial.

Beberapa video yang memperlihatkan kemarahan pembeli yang komplain kepada kurir akibat barang yang diterima tak sesuai pesanan.

Tak jarang, aksi itu berujung pada tindak kekerasan fisik dan kata-kata makian kepada kurir yang tak tahu menahu isi dari paket yang diantar.

Menanggapi fenomena ini, praktisi media sosial, Enda Nasution berpandangan adanya perbedaan persepsi antara logika penjual dan pembeli dalam sistem COD.

Kebanyakan pembeli saat ini beranggapan bahwa kurir bertanggung jawab atas barang yang diantar.

Baca juga: Bijak Gunakan PayLater saat Belanja Online agar Keuangan Tetap Aman dan Terkendali

"Menurut saya, ada gap antara logika pembeli dan logika penjual. Dari sisi pembeli tentu kita memilih COD karena lebih aman dalam arti kita cek dulu barangnya baru kemudian kita bayar," ucapnya, Rabu (26/5/2021).

"Tapi dari prosedur yang ada di marketplace dan juga yang dimengerti oleh kurir cash on delivery adalah pembayaran cash ketika delivery dilakukan bukan pada saat barang dicek," imbuh Enda.

Enda menambahkan, konflik yang terjadi antara pembeli dan kurir juga disebabkan ulah oknum penjual (seller) yang berniat menipu konsumen.

Sehingga eskalasi konflik dalam sistem COD sepenuhnya dilimpahkan kepada kurir.

"Nah ini yang membuat jadi ada gap dan kemudian timbul konflik yang di eskalasi juga bahwa ada kasus-kasus di mana penjual melakukan penipuan dan juga sebenarnya ada kasus-kasus di mana pembeli menolak bayar padahal barang sudah sampai," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved