Breaking News:

KPK Pecat 51 Pegawai, Boyamin Saiman: Negara Rugi

Bahkan menurutnya, para pegawai yang dimaksud telah bekerja sangat keras dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menanggapi pemecatan 51 pegawai KPK yang tak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi ASN. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menanggapi pemecatan 51 pegawai KPK yang tak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi ASN.

Menurut Boyamin, jika keputusan tersebut diambil, maka dirinya meyakini ini menjadi sebuah kerugian, tak hanya untuk internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tapi juga bagi negara.

"Ini (keputusan) yang sebenarnya yang sangat dirugikan bukan hanya KPK, tapi negara pun rugi," kata Boyamin melalui pesan singkat kepada Tribunnews, Rabu (26/5/2021).

Baca juga: 51 Pegawai KPK yang Dipecat Masih Boleh Bekerja Hingga 1 November 2021, tapi Diawasi Ketat

Sebab, kata Boyamin, seluruh pegawai yang bakalan dipecat dari lembaga antirasuah tersebut merupakan profesional.

Bahkan menurutnya, para pegawai yang dimaksud telah bekerja sangat keras dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia.

"Mereka ini pentolan-pentolan yang sangat kerja keras profesional, dan betul-betul mengabdi kepada negara memberantas korupsi."

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 25 Mei 2021: Suntikan Pertama 15.330.306, Dosis Kedua 10.125.480 Orang

"Meskipun banyak godaan, banyak hambatan, mereka tetap fokus."

"Misalnya godaannya adalah banyak yang ditawarin materi tapi ditolak, dan mereka tetap fokus kerja," tutur Boyamin.

Dengan begitu, Boyamin menyimpulkan, keputusan memecat 51 pegawai KPK yang tak lulus asesmen TWK sebagai alih status menjadi ASN, akan berdampak pada kinerja KPK.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 25 Mei 2021: 5.060 Pasien Baru, 3.795 Orang Sembuh, 127 Meninggal

Bahkan, dirinya meyakini kinerja KPK ke depan akan sangat menurun dalam hal memberantas tindak pidana korupsi di Tanah Air.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved