Breaking News:

Jaga Kualitas Kredit di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Strategi yang Dilakukan Bank DKI

“Penyaluran kredit dan pembiayaan juga dilakukan dengan sangat selektif dan memperhatikan prinsip kehati-hatian,”

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dedy
Istimewa
Account Officer Mikro Bank DKI (kiri) tengah memberikan penjelasan kepada seorang pedagang pasar (kanan) dalam kegiatan canvasing di Pasar Santa, Jakarta (28/4) lalu. Di tahun 2020 Bank DKI menyalurkan kredit sebesar Rp 35,66 triliun 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR --- Meski DKI Jakarta masih dilanda pandemi Covid-19, namun Bank DKI mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 191,60 miliar pada kuartal I tahun 2021.

Angka ini meningkat 4,16 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama sebesar Rp 183,95 miliar.

Laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 14,43 persen, dari semula tercatat sebesar Rp 579,67 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 663,30 miliar pada kuartal I 2021.

Pertumbuhan laba bersih ini juga dipicu pulihnya perekonomian secara bertahap, sehingga mempengaruhi permintaan kredit.

Pada kuartal I 2021, Bank DKI membukukan pertumbuhan kredit sebesar 3,96 persen secara YoY (year of year) menjadi Rp 33,66 triliun per Maret 2021 dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 32,37 triliun.

Meski demikian, Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik Pemprov DKI Jakarta itu tetap menerapkan berbagai inisiatif dan pengelolaan risiko yang efektif demi menjaga kenaikan risiko kredit bermasalah.

“Penyaluran kredit dan pembiayaan juga dilakukan dengan sangat selektif dan memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini berdasarkan keterangannya pada Rabu (26/5/2021).

Herry mengungkapkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI juga mengalami peningkatan sebesar 28,42 persen menjadi Rp 42,98 triliun pada kuartal 1 2021.

Pertumbuhan DPK tersebut utamanya didorong oleh pertumbuhan giro sebesar Rp 11,34 triliun per Maret 2021, atau meningkat 74,87 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 6,49 triliun.

“Pertumbuhan DPK tersebut dibarengi dengan membaiknya rasio dana murah (CASA Ratio) dari sebelumnya 43,54 persen menjadi 47,56 persen,” ujarnya.

Secara bertahap, Bank DKI juga terus melakukan perbaikan kualitas kredit yang terjaga dengan baik.

Di mana pada kuartal I 2021, Rasio NPL gross masih terjaga sebesar 3,19 persen, dan meningkat 0,10 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Walau begitu, peningkatan rasio NPL gross tersebut masih berada dibawah peningkatan rasio NPL industri perbankan sebesar 0,40 persen dari semula sebesar 2,77 persen di kuartal I 2020 menjadi sebesar 3,17 persen di kuartal I 2021.

Rasio NPL Net Bank DKI pada kuartal 1-2021 tercatat sebesar 0,62 persen, dan berada dibawah rata-rata NPL Net industri perbankan sebesar 1,02 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa Bank DKI telah mengantisipasi potensi risiko dengan melakukan pencadangan meskipun terdapat program restrukturisasi,” jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved