Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Gara-gara Main TikTok, Nurbaiti yang sedang Buron Berhasil Ditangkap Intelijen Kejaksaan Agung

Setelah buron sejak 2016, Nurbaiti als Betty Binti Munir Supardi berhasil ditangkap intelijen Kejaksaan Agung.

Editor: Valentino Verry
Gara-gara Main TikTok, Nurbaiti yang sedang Buron Berhasil Ditangkap Intelijen Kejaksaan Agung
Istimewa
Tim intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Nurbaiti di Sumedang, Jawa Barat, setelah bermain TikTok. Yang bersangkutan adalah buronan pengelapan dana nasabak Bank Mega sebesar Rp 22,245 miliar.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI berhasil menangkap DPO perkara penggelapan dana nasabah Bank Mega KCP Permata Hijau Jaksel sejak tahun 2008-2012 senilai Rp 22.245.000.000 atas nama Nurbaiti als Betty Binti Munir Supardi.

Yang bersangkutan sudah buron  sejak tahun 2016 lalu. 

Tim intelijen Kejaksaan Agung berhasil mengetahui keberadaan Nurbaiti setelah yang bersangkutan mengunggah video di akun TikTok miliknya. 

"Sebelumnya tersangka sempat buron, namun dari video TikTok yang beredar kami mengetahui bahwa yang bersangkutan berada di Jalan Sebelas April, Keluraha. Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat . Dari sana kami pun berhasil menangkap mantan karyawati Bank Mega tersebut," kata Kapuspen Kejagung, Leonard Eben Ezer Simajuntak, Rabu (26/5/2021).

Baca juga: Jadi Buronan, Polri Segera Terbitkan Red Notice untuk Jozeph Paul Zhang

Baca juga: Satu Buronan Densus 88 Warga Jakarta Selatan Menyerahkan Diri ke Polsek Pasar Minggu

Menurut Leonard, Nurbaiti adalah terdakwa yang menggelapkan uang nasabah Bank Mega saat menjabat sebagai manajer funding pada 2009-2012.

Adapun modus kejahatannya dengan meminta tanda tangan para nasabah Bank Mega pada slip penarikan kosong, dengan alasan uang para nasabah akan diinvestasikan pada produk Mega Kapital dengan bunga lebih tinggi 10 persen-25 persen dibandingkan menyimpan uang di Bank Mega KCP Permata Hijau Jaksel.

"Dalam kasus ini terdakwa melakukan transaksi  cash to cash (melakukan penarikan dari nasabah satu dan disetor tunai ke nasabah lainnya). Namun, sebagian uang digunakan untuk kepentingan pribadi sehingga para nasabah mengalami kerugian karena uang mereka tak pernah kembali," tuturnya.

Selain menangkap Nurbaiti, tim intelejen Kejagung bersama tim intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara berhasil mengamankan seorang mantan pejabat Administrasi Kredit Bank Rakyat Indonesia Cabang Kabanjahe, Yoan Putra.

Yoan adalah tersangka  yang telah melakukan tindak pidana korupsi dalam kegiatan penyaluran kredit petani merugikan negara sebesar Rp 10 Milyar.

Baca juga: Mark Sungkar Peluk Istri Setelah Keluar dari Rutan Kejaksaan Agung, Sidang Kasus Korupsi Tetap Jalan

Baca juga: Kejaksaan Agung Kekurangan 11.185 Jaksa, Ini Usulan Rekrutmen Calon Jaksa di CPNS 2021

Menurut Asinten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumut, Dwi Setyo Budi Utomo, penangkapan dilakukan di Pasar Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Asintel kejati SU menegaskan bahwa tersangka tersangkut masalah korupsi penyaluran kredit komersil badan usaha di BRI Cabang Kabanjahe Tahun 2016 s/d 2017  yang merugikan keuangan negara Rp 10 milyar. 

Kedua pelaku saat ini sudah dibawa ke Kejaksaan Agung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved