Kesehatan

Bibir Sumbing Bukan Sekedar Menyelesaikan Masalah Estetika pada Bibir Anak

Penderita bibir sumbing bukan hanya memperbaiki estetika bibir, melainkan ada masalah kompleks lainnya seperti bernapas dan sosial.

Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi bayi terlahir berbibir sumbing. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Ada gangguan kompleks ketika anak menderita bibir sumbing dan celah-celah langit.

Tidak hanya dari estetika, namun gangguan pencernaan hingga masalah sosial.

Dr Yantoko SpBP RE,  Ahli Bedah Plastik Mitra Smile Train Indonesia menjelaskan, anak-anak terlahir kondisi bibir sumbing dan atau celah langit-langit berpotensi mengalami komplikasi kesehatan.

Komplikasi kesehatan terjadi seperti kesulitan makan, bernapas, mendengar, berbicara, dan berisiko tinggi untuk mengalami malnutrisi. 

"Jika kondisi ini tidak ditangani segera, ada kemungkinan mereka dapat hidup dalam isolasi dan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi akibat stigma yang muncul dari masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Sambut Ramadan, SnackVideo dan SmileTrain Ajak Berdonasi untuk Anak-anak Penderita Bibir Sumbing

Baca juga: Saat Pandemi Virus Corona, Operasi Bibir Sumbing pada Anak-anak Terpaksa Ditunda

Bibir sumbing terjadi pada bayi sejak lahir ada ketidaksempurnaan penyatuan jaringan di bibir dan atau di langit-langit mulut sehingga membentuk celah.

Proses penyatuan tersebut seharusnya terjadi pada trimester pertama kehamilan. 

Penyebab secara pasti belum diketahui.

Namun ada beberapa faktor risiko meningkatkan angka bibir sumbing.

Misalnya, ibu hamil merokok,terpapar asap rokok (perokok pasif), mengonsumsi alkohol saat hamil, ibu hamil diabetes.

Mengonsumsi obat-obatan tertentu, di antaranya obat epilepsi dan obat steroid.

Serta pengaruh genetik dan kekurangan asam folat.

Baca juga: Terapi Ini Harus Dilakukan Penyandang Sumbing untuk Memperbaiki Cara Bicara

Baca juga: Pantau Kesehatan Keluarga Pakai Applicative MedicalCare System

Smile Train Indonesia

Menyadari kompleksnya penderita bibir sumbing, sejak tahun 2002 Smile Train Indonesia telah beroperasi dan membantu lebih dari 90.000 anak di berbagai daerah di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved