Breaking News:

Pendidikan

Pakar: Orangtua-Pendidik Harus Sinergi Bentuk Generasi Alpha Holistik, Ini Maksudnya

Diperlukan sistem pendidikan yang mampu membentuk rasionalitas, emosi dan perilaku pada setiap anak didik secara berimbang.

Editor: Hertanto Soebijoto
Healthline
Pakar Perkembangan Anak IPB University Dwi Hastuti menilai orangtua dan pendidik harus bersinergi untuk membentuk generasi Alpha yang tangguh dan holistik. Foto ilustrasi: Pendidikan anak usia dini. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Dampak yang luar biasa akibat pandemi Covid-19 membuat pendidik harus mampu memberikan penguatan kepada siswa-siswi.

Pasalnya, selain berdampak pada anak, pandemi Covid-19 juga berdampak pada orangtuanya.

Pakar Perkembangan Anak IPB University Dwi Hastuti menilai orangtua dan pendidik harus bersinergi untuk membentuk generasi Alpha yang tangguh dan holistik.

Kepala Divisi Perkembangan Anak Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia, IPB University Dwi Hastuti mengatakan, tantangan membentuk generasi Alpha untuk menjadi individu yang tangguh tentunya sangat berat.

Baca juga: IPB University Buka Jalur Mandiri Buat Ketua OSIS | Kuota Tahun Ini 4.250 Mahasiswa

Baca juga: Cerita Haru Mahasiswa IPB University Bogor Jadi Lulusan Terbaik Fakultas MIPA, Pernah ke Luar Negeri

"Peran orangtua dan pendidik harus mampu memperkuat emosi positif sehingga pribadi anak yang holistik yakni sehat pikiran dan jiwanya dapat terwujud," kata Dwi Hastuti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan sistem pendidikan yang mampu membentuk rasionalitas, emosi dan perilaku pada setiap anak didik secara berimbang.

Pendidikan itu dilakukan secara brain based learning dan edukasi karakter.

Dalam kegiatan Dompet Dhuafa Pendidikan bertema "Belajar dari Pandemi: Pendidikan Keluarga Memperkuat Literasi Manusia dan Sosial", ia menyampaikan kolaborasi sekolah dan keluarga penting untuk membentuk emosi positif anak sebagai kunci keberhasilan pendidikan dalam pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan.

Baca juga: Rektor IPB University Arif Satria: Jangan Remehkan Petani Muda, Handphonenya Lebih Canggih dari Saya

Situasi pandemi Covid-19, kata dia, menimbulkan berbagai dinamika dan kebingungan sehingga mempengaruhi psikis anak.

Tingkat stres yang tinggi seperti rasa cemas, takut, sedih, marah, dan sebagainya mengakibatkan emosi negatif yakni perasaan terpuruk dan putus asa sehingga menimbulkan perilaku yang negatif.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved