Breaking News:

Kriminalitas

Kasus Penipuan Koperasi Indosurya Mandek, LQ Indonesia Lawfirm & Ribuan Korban Akan Gelar Aksi Damai

Kasus Penipuan Koperasi Indosurya Mandek, LQ Indonesia Lawfirm & Korban Akan Gelar Aksi Damai dengan Bawa Peti Jenazah Sebagai Simbol Matinya Keadilan

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Alvin Lim bersama pengurus kantor hukum LQ Indonesia Lawfirm menggelar aksi teatrikal pocong di lapangan Monas yang berhadapan dengan Istana Kepresidenan, terkait kasus bos besar KSP Indosurya, Henry Surya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mandeknya kasus pidana penipuan dan penggelapan Koperasi Indosurya yang turut menyeret pemiliknya, Henry Surya sebagai tersangka disesalkan banyak pihak. 

Terlebih bagi korban maupun LQ Indonesia Lawfirm yang menjadi kuasa hukum lebih dari ribuan nasabah Koperasi Indosurya yang menjadi korban.

Terkait hal tersebut, Pendiri sekaligus Ketua pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim mengungkapkan para korban dan kuasa hukum akan mengadakan aksi damai dalam waktu dekat. 

Aksi tersebut akan dilakukan dengan membawa peti mati sebagai simbol janji Kapolri 'hukum tajam ke atas' dan keadilan sudah mati. 

"Jangan cuma jargonnya Kapolri indah, namun pelaksanaan nol besar. Masyarakat adalah hukum tertinggi 'Salus Populi Suprema Lex Esto. Kapolri dan para jenderal Mabes harus tahu ini," ungkap Alvin Lim dalam siaran tertulis pada Senin (24/5/2021).

"Jangan tutup mata dan buat pepesan kosong dalam penegakan hukum. Jika personil Tipideksus tidak mampu sebaiknya diganti saja dengan anggota Polri yang mampu," tegasnya.

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Minta PT Freeport Aktif Berpatisipasi Membangun Papua

Aksi tersebut katanya merujuk sikap profesional Polri yang tidak kunjung mengusut tuntas kasus sekaligus menahan para tersangka.

Padahal, penetapan tersangka serta pemberkasan telah dilakukan pihak Kepolisian lebih dari setahun lalu.

Namun hingga kini berkas kasus penipuan Koperasi Indosurya yang merugikan 8.000 anggota dengan kerugian lebih dari Rp 15 triliun itu tak kunjung dilimpahkan kepada Kejaksaan Agung.

"Di mana kepastian hukumnya? di sini Dittipideksus memalukan reputasi Institusi Polri. Justru membuat polemik dengan tidak memberikan kepastian kira-kira berapa lama sampai berkas dilimpahkan?," ungkap Alvin Lim.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved