Breaking News:

Berita Jakarta

185 ASN Daftar Lelang Jabatan, Mereka Tak Kena Hukuman Dijemur Anies di Lapangan

185 ASN DKI Daftar Lelang Jabatan Mereka Memperebutkan 16 Jabatan Eselon 2. Mereka Tak Kena Hukuman Dijemur Anies di Lapangan Balai Kota

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumpulkan 239 ASN di lapangan Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (10/5/2021). Mereka dikumpulkan karena ogah mengikuti Instruksi Sekda DKI Jakarta soal seleksi terbuka JPT pratama atau jabatan eselon 2 di Pemprov DKI. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Sebanyak 185 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemprov DKI Jakarta telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama eselon 2.‬

Namun empat orang di antaranya dinyatakan gugur karena tidak hadir saat tes penulisan makalah.

“Jadi yang hadir tes makalah asesmen cuma 181 orang,” kata Kepala BKD DKI Jakarta Maria Qibtya di DPRD DKI Jakarta pada Senin (24/5/2021).

Maria mengatakan, ratusan pegawai eselon 3 itu bertarung untuk memperebutkan 16 jabatan kosong yang ada di Pemprov DKI.

Sebetulnya, kata dia, ada 17 posisi yang dilelang, namun karena jumlah peminat jabatan itu tidak sesuai ketentuan maka seleksinya dibatalkan.

Jabatan yang dimaksud adalah Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda DKI Jakarta.

“Untuk jabatan Asisten pendaftarnya cuma dua, sementara di ketentuan itu kan minimal pendaftar tiga orang setelah Covid, sebelumnya malah harus empat orang,” ujar Maria.

Baca juga: Polisi Dalami Akun Instagram yang Tampilkan Perempuan Bakar Al Quran dan Viral di Medsos

Meski 17 jabatan itu kosong, Maria memastikan proses pelayanan di Pemprov DKI tidak terganggu karena posisinya diisi sementara oleh Pelaksana tugas (Plt).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjuk ASN dari satuan perangkat kerja daerah (SKP) terkait ataupun dinas lain untuk menempati jabatan tersebut dengan waktu tiga bulan, dan bisa diperpanjang satu kali.

“Ya alasannya memang tempatnya kosong pensiun atau kosong karena ada yang mengundurkan diri. Kayak pak Pujiono (Kepala Bapenda) terus ada Plt, soalnya kosong di dalam SKPD tidak boleh karena terkait administrasi keuangan, kepegawaian dan kegiatan,” jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved