Berita Bekasi

Pemetaan BPPD Kabupaten Bekasi Terdapat 8 Kecamatan Rawan Tanah Longsor

Pemetaan bencana tanah longsor Kabupaten Bekasi dilakukan guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa

BPPD Jabar
Ilustrasi -- Daerah rawan bencana di Jawa Barat, salah satunya di Kabupaten Bekasi terdapat 6 kecamatan yang rawan longsor 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah - BPBD Kabupaten Bekasi, kembali memetakan wilayah yang berkategori rawan bencana tanah longsor.

Pemetaan bencana tanah longsor Kabupaten Bekasi dilakukan guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material cukup besar.

Pengkajian bahaya tanah longsor berdasarkan pedoman yang ada di kementerian atau lembaga lainnya di tingkat nasional.

Parameter bencana longsor terdapat dua parameter, pertama yakni kemiringan lereng dan zona kerentanan gerakan tanah.

Baca juga: Antisipasi Jalan Longsor Akibat Hantaman Sungai Cisadane Tanggul Dibangun Pakai Brojongan Batu Kali

Baca juga: Hujan Deras Akibatkan Tebing di Desa Citeko Puncak Bogor Longsor, 4 Rumah Tertimpa Reruntuhan

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muhammad Said mengatakan, berdasarkan pengkajian terhadap bencana tanah longsor pada analisa tahun 2016, diperoleh delapan kecamatan dengan luas bahaya di Kabupaten Bekasi yang memiliki kerawanan longsor.

8 Kecamatan rawan longsor di Kabupaten Bekasi: 

  1. Kecamatan Bojong Mangu seluas 205 Hektare,
  2. Cibarusah 11 hektare,
  3. Cikarang Barat 10 hektare,
  4. Cikarang Pusat 15 hektare,
  5. Cikarang Selatan 15 hektare,
  6. Cikarang Utara 5 hektare,
  7. Serang Baru 11 hektare,
  8. Setu 32 hektare.

Baca juga: Detik-detik Tanah Tebing Longsor Timbun Tiga Rumah di Sukabumi, Seorang Anak Meninggal dan Dua Luka

Baca juga: Hujan Deras di Kota Bogor, Rumah Tak Layak Huni di Cilendek Longsor, Kondisinya Kini Memprihatinkan

Dengan demikian, total potensi luas bahaya tanah longsor sebanyak 304 hektare.

Sementara, kata dia, pengalaman bencana alam di Kabupaten Bekasi untuk tahun 2020, bencana tanah longsor diakibatkan cuaca ekstrem, banjir dan berakibat longsor di beberapa kecamatan.

“Bencana tahun 2020 merupakan bencana yang di akibatkan oleh hujan. Genangan air, mengakibatkan tanah rentan longsor,” kata Said, dalam siaran pers.

Data dari Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Bekasi, longsor yang diakibatkan hujan tinggi terjadi pada 1 Januari 2020, di Desa Sri Amur, Kecamatan Tambun Utara, berdampak pada 51 kepala keluarga.

Kemudian, lanjut dia, pada 2 Januari 2020, longsor terjadi di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya dan berdampak pada 1.115. Longsor pun, masih terjadi di desa Sukajadi, pada 3 Januari 2020.

Di waktu yang sama, longsor juga terjadi di Desa Karang Setu, Kecamatan Karang Bahagia yang berdampak pada 9 KK.

Baca juga: Menko PMK Muhadjir Effendy Minta Dirut PTPN VIII Tanam Pohon Keras Saat Tinjau Lokasi Banjir Bandang

Sementara, di tahun 2019, longsor terjajdi pada 15 Maret 2019 di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukakarya.

“Analisa penanganan longsor saat ini sudah dilakukan. Dan untuk memaksimalkannya, sangat berkaitan erat dengan dukungan dan kerjasama dengan masyarakat setempat,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved