Breaking News:

Berita Nasional

Peringati 23 Tahun Reformasi, BARIKADE'98 Sampaikan Lima Ultimatum Nasional

Peringati 23 Tahun Reformasi, BARIKADE'98 Sampaikan Lima Ultimatum Nasional Dukung Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ketua Umum Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi 1998 (BARIKADE'98) Benny Rhamdani 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - 32 tahun silam, tepatnya 21 Mei 1998; Presiden Republik Indonesia, Soeharto lengser dari jabatannya. 

Begitu juga dengan orde baru yang tumbang oleh gelombang Gerakan Aktivis Mahasiswa 98 yang datang bersusulan. 

Ketika itu, kalangan mahasiswa seantero Nusantara tumpah ruah di Gedung Parlemen Senayan. 

Mereka meneriakkan kata 'reformasi' di bawah todongan moncong senjata aparat.

Walau terdesak dan banyak korban jiwa berjatuhan, kekuatan rakyat seantero negeri tak mampu dibendung. 

Hingga akhirnya rezim Soeharto tumbang yang berganti dengan era Reformasi. 

Kran demokrasi terbuka lebar dan oligarki ekonomi rezim Orde Baru perlahan-lahan terkikis

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi 1998 (BARIKADE'98) Benny Rhamdani dalam acara Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BARIKADE'98 sekaligus memperingati 23 Tahun Reformasi di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (21/5/2021).

"Setelah 23 tahun reformasi, ternyata bangsa ini belum terbebas dari belenggu kejahatan masa lalu," ungkap Benny dalam siaran tertulis pada Sabtu (22/5/2021).

"Seperti belum adanya titik terang atas sejumlah kasus pelanggaran HAM dalam Penembakan Trisakti, Tragedi Semanggi, Penculikan dan Penghilangan Aktivis serta pelanggaran-pelanggaran HAM berat lainnya," jelasnya.

Baca juga: Momen Ketika Sandiaga Uno Rasakan Gempa Blitar: Parekraf Harus Miliki Prosedur Baku Hadapi Bencana

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved