Breaking News:

Berita Regional

NTT Krisis Air Bersih, Mayjen Maruli Simanjuntak Kirim Ratusan Prajurit ke Pelosok Pasang Pipa Air

Pembangunan pompa air adalah inisiatif Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dalam rangka memberikan solusi untuk mengatasi krisis air bersih.

Editor: Feryanto Hadi
istimewa
Mayjen TNI Maruli Simanjuntak memetakan wilayah-wilayah desa di NTT yang akan dimasuki prajurit TNI dari Kodam Udayana 

WARTAKOTALIVE.COM, DENPASAR--Jajaran Kodam Udayana mencari solusi untuk mengatasi krisis air bersih yang selama ini terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ratusan prajurit disebar masuk ke desa-desa untuk memasang ratusan kilometer pipa air dan pompa demi memudahkan warga dalam mendapatkan air bersih.

Panglima Kodam Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, pembangunan pompa air adalah inisiatif pihaknya dalam rangka memberikan solusi untuk mengatasi krisis air bersih.

Pasalnya, selama ini warga sangat membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari.

Baca juga: Dua Pimpinan KPK Disebut Berpihak kepada 75 Pegawai Tak Lolos TWK, 2 Ngotot, 1 Menghilang

Baca juga: Bantu Masyarakat NTT yang Alami Krisis Air Bersih, Shopee Bangun Sejumlah Pompa Air di 5 Titik

"Sudah puluhan tahun mereka kesulitan mendapatkan air bersih. Kalau pun ada harganya cukup mahal dan mereka tak bisa membeli," katanya, Sabtu (22/5/2021).

Dikatakan Maruli, tergeraknya ia untuk menyiapkan air bersih bagi masyarakat karena berdasarkan data di tahun 2017 lalu dan hingga saat ini, warga harus menempuh jarak sepanjang enam sampai 10 kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Bahkan, demi mendapatkan air bersih, mereka pun harus merogoh kocek Rp 2500 demi bisa mendapatkan 20 liter air.

Baca juga: Pesta Ultah Gubernur Khofifah Digelar Meriah, Ketua Satgas Covid-19 IDI: Saya Makin Tidak Mengerti

"Bahkan jika ada mobil tangki keliling kaum perempuan dan anak sekolah harus berebut karena mobil tangki tak dapat maksimal memenuhi permintaan warga," ujarnya.

Akibat sulitnya mendapatkan air bersih itu juga, sambung Maruli, kesehatan masyarakat terus mengalami kendala.

Karena sulitnya air warga pun menjadi jarang mandi, pertumbuhan anak menjadi terkendala dan mengalami stunting dan gizi mereka pun buruk.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved