Kolom Trias Kuncahyono

Kuteringat Gaza, 'Penjara Terbesar di Dunia'

Saya saksikan, ketika itu, rumah-rumah penduduk, kantor-kantor pemerintah, gedung-gedung sekolah yang hancur dihajar bom-bom yang dijatuhkan Israel.

Istimewa
Seorang anak Palestina membuat tanda V (victory, kemenangan) dengan kedua jarinya sambil membawa bendera bangsa Palestina dan mengenakan penutup kepala kafiyeh, simbol perlawanan yang dahulu selalu dikenakan oleh mendiang Yasser Arafat, Pemimpin PLO. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Beruntung, saya pernah ke Gaza. Beruntung juga, saya pernah menjejakkan kaki di Gaza City  yang akhir-akhir ini dihujani bom Israel

Saya juga beruntung pernah ke Jabaliya, kota kecil di Gaza tempat lahirnya Intifada Pertama 1987.

Sudah saya susuri jalan-jalan dari Rafah (Jalur Gaza Selatan, yang jadi pintu gerbang masuk dari Mesir) hingga Beit Lahia dan Beit Hanoun (kota di bagian utara, Jalur Gaza dekat garis gencatan senjata 1949 dengan Israel).

Beit Lahia dan Beit Hanoun, berada dekat dengan pintu gerbang Erez Crossing untuk masuk ke wilayah Israel.

Video:  Kredensial, Mengapa Indonesia Konsisten Membela Palestina?

Saya saksikan, ketika itu, rumah-rumah penduduk, kantor-kantor pemerintah, gedung-gedung sekolah yang hancur dihajar bom-bom yang dijatuhkan pesawat tempur Israel.  

Saya lihat juga hamparan perkebunan jeruk dan juga zaitun rusak parah dilindas tank-tank dan kendaraan lapis baja Israel.

Saya lihat pula, anak-anak dan perempuan korban perang di Rumah Sakit  Al Shifa, di Gaza City, yang tergeletak tak berdaya.

Itu semua akibat Perang Israel – Hamas, Desember 2008 – Januari 2009.

Perang berakhir 18 Januari 2009, ketika secara sepihak Israel menghentikan pemboman dan diikuti Hamas. Tentu, di bawah tekanan internasional.

Karena perang itu, 1.440 orang (menurut beberapa organisasi kemanusiaan  separohnya adalah penduduk sipil) Palestina tewas; sementara Israel kehilangan 13 orang (empat di antaranya penduduk sipil).

II

Bulan Desember 2008 hingga Januari 2009, saya menjadi salah satu dari sekian banyak wartawan yang meliput perang itu.

Maka, agak mudah bagi saya membayangkan apa yang terjadi di “penjara terbesar di dunia” itu, saat ini sejak menjadi sasaran bom Israel beberapa hari terakhir.

Saya juga bisa membayangkan seperti apa kota-kota yang menjadi sasaran roket Hamas, sejak 10 Mei lalu.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved