Berita DPRD Kabupaten Bogor

DPRD Kabupaten Bogor, Fikri Hudi Oktiarwan Bicara Soal Penanganan Covid-19, Ekonomi, dan Samisade

DPRD Kabupaten Bogor, Fikri Hudi Oktiarwan bicara soal penanganan Covid-19, ekonomi dan program Samisade. Samisade untuk padat karya.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
DPRD Kabupaten Bogor, Fikri Hudi Oktiarwan Bicara Soal Penanganan Covid-19, ekonomi dan Program Samisade. 

WARTAKOTALIVECOM, CIBINONG - Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor, Fikri Hudi Oktiarwan, bicara soal penanganan Covid-19, ekonomi, dan program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) .

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meluncurkan berbagai program untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 di Tanah Air yang meruntuhkan hampir semua lini terutama sektor perekonomian.

Pemkab Bogor merealokasi anggaran, refocusing, hingga membuat program satu miliar satu desa atau Samisade.

Untuk Samisade ini, Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran Rp 311,8 miliar untuk 349 desa di 38 kecamatan.

Penggunaan anggaran Samisade dilakukan menggunakan sistem padat karya. Hal tersebut diyakini cukup untuk membantu masyarakat yang menjadi korban PHK.

Baca juga: Kabupaten Bogor Raih WTP 6 Kali Beruntun, Ini Tanggapan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hikal

Sebab, masyarakat di 349 desa bisa ikut bekerja dalam program pembangunan di desanya masing-masing.

Bagaimana tanggapan DPRD Bogor terkait upaya Pemkab Bogor untuk mengurangi efek yang ditimbulkan virus Covid-19?

Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor, Fikri Hudi Oktiarwan, menilai penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor sudah cukup bagus.

"Kami mendorong kebijakan yang sifatnya kedaruratan terutama tahun 2020 lalu, lebih banyak anggaran dialokasikan untuk pemulihan kesehatan," kata Fikri kepada Wartakotalive.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Rudy Susmanto Ketua DPRD Kabupaten Bogor Doakan Santri Ponpes Yatim-Dhuafa Albarokah Jadi Presiden

Pada awal pandemi Covid-19, lanjutnya, Pemkab Bogor sempat kekurangan peralatan, ruang ICU, ventilator, sampai bikin rumah sakit darurat Covid-19 di Kemang.

"Di tahun 2021, kami dorong untuk fokus pada penanggulangan ekonomi," paparnya.

Menurut Fikri Hudi Oktiarwan, Covid-19 memang berawal dari krisis kesehatan, tetapi kemudian berdampak pada krisis ekonomi, lalu krisis sosial.

"Jika tidak dikelola dengan baik, pandemi ini bisa berujung pada krisis politik. Kami tidak mau terjadi hal seperti itu karena ongkosnya mahal," Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor, Fikri Hudi Oktiarwan: Masih Ada
Celah untuk Keluar dari Kesulitan Ekonomi Buntut Covid-19.

Karena itu, Fraksi PKS merekomendasikan ke Bupati Bogor untuk mengarahkan penganggaran untuk penanganan ekonomi.

Baca juga: VIDEO Anggota DPRD Kabupaten Bogor Ridwan Muhibi Cerita Karir Politik Hingga Pemekaran Bogor Barat

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved